Advertisement
Indonesia Positif

Dosen UIN Maliki Malang Ajarkan Santri Buat Sabun Herbal Menggunakan Eco-Enzym

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim malang (UIN Maliki Malang) menggelar pengabdian masyarakat untuk meningkatkan keterampilan

TIMES Indonesia,
Dosen UIN Maliki Malang Ajarkan Santri Buat Sabun Herbal Menggunakan Eco-Enzym
pengabdian masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian santri melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme dan sabun eco-enzyme. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim malang (UIN Maliki Malang) menggelar pengabdian masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian santri melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme dan sabun eco-enzyme.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Fattah, Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jumat (3/6/2022). 

Advertisement

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada santri tentang eco-enzyme yang kaya manfaat. Selain itu, eco-enzyme juga dapat diaplikasikan dan dijadikan sebagai bahan campuran pembuatan sabun mandi. Kami juga mengajarkan cara membuatnya," kata Muthmainnah, Dosen Fisika UIN Maliki Malang. 

Ia juga menjelaskan beberapa manfaat eco-enzym diantaranya sebagai pembersih lantai, disinfektan, insektisida dan pembersih selokan.

Dr. AgusMulyono, M.Kes, dosen UIN Maliki Malang sekaligus pemateri pelatihan pembuatan eco-enzyme dan sabun eco-enzyme mengenalkan apa itu eco-enzym, dan apa saja manfaatnya. Eco-Enzym merupakan bahan deterjen yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan. 

Untuk membuat eco-enzym dubutuhkan kulit buah nanas yang banyak dijumpai. Lalu ditambahkan gula merah dengan perbandingan 1:3:10 yaitu 1 gula merah, 3 kulit nanas, dan 10 air.. Aduk dan masukkan dalam toples dan tutup rapat bahkan ditambahkan isolasi jika perlu. Simpan dalan ruangan yang minim cahaya selama kurang lebih 3 bulan.

Setelah 3 bulan, buka dan saring. Cairan tersebut bernama eco-enzym. Cairan tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya membuat sabun. 

Advertisement

Santri di Ponpes Bahrul Ulum, Al Fattah dapat mempraktikkan dan mendapatkan manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat dari UIN Maliki Malang ini. Santri bisa membuat sabun herbal dengan menambahkan beberapa bahan alami lainnya dan dijual.

 

 

“Peserta pelatihan kemudian saya bagi menjadi lima kelompok untuk membuat sabun herbal berbahan eco-enzyme. Semua peserta sangat antusias dan bersemangat. Terbukti dengan semua kelompok yang berhasil membuat sabun herbal,” papar Dr. AgusMulyono, M.Kes, Dosen UIN Maliki Malang. (*)

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFathul Ulum (CR-105) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia