Indonesia Positif UIN Malang

Pengabdian Masyarakat UIN Malang, Tularkan Parenting Berbasis Agama

Jumat, 15 Juli 2022 - 09:39 | 54.65k
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Dosen UIN Malang melaksanakan Pengabdian Masyarakat Qaryah Thayyibah di Desa Tenjungsekar, Lowokwaru. Kota Malang.

Kegiatan tersebut mengangkat tema "Implementasi Parenting  Positif Berbasis Moderasi Beragama Sebagai Upaya Pencegahan Dampak Psikologis Dari Pandemi Covid-19".

Tim yang tergabunh dalam pengandian ini diantaranya Devi Pramitha, M.Pd.I. Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Aprilia Mega Rosdiana, M.Si. Dosen Fakultas Psikologi, Dessy Putri Wahyuningtyas, M.Pd. Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, I’anatut Tazkiyah  Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Khoirun Nisak Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ibu Dra. Hj. Irawati Syahriah, M.AP selaku pengurus KB BKKBN kelurahan Tunjungsekar yang mewakili Kelurahan yang berhalangan hadir secara langsung.

Ia mengimbau kepada orang tua untuk mempersiapkan anak-anak mereka sejak dini untuk menerima berbagai hal.

Momong.jpg

Ahmad Kasim selaku Ketua RW.01 berkata ini bukan kali pertama kita bekerjasama dengan UIN Malang untuk membangun kampung ini. "Membangun kampung memang tidak cukup dengan fisik, akan tetapi harus dengan  mental juga, mental membangun kampung dan juga dalam hal mendidik anak itu sangat penting," ungkapnya.

Bantuan dari pihak akademisi atau intelektual juga sangat dibutuhkan, salah satunya dari pihak UIN Malang ini yang terus membantu kita untuk mengembangkan lingkungan. 

Kegiatan hari ini tidak hanya berhenti sampai siang nanti, namun Ibu-ibu juga bisa terus konsultasi kepada pihak UIN Malang nantinya jika terdapat hal yang perlu didiskusikan, kami juga sudah ada grup taman momong bersama Tim UIN Mengabdi ini untuk berdiskusi terkait parenting. 

Ketua Tim Pengabdian Ibu Devi Pramitha, M.Pd.I yang menjelaskan urgensi parenting positif bagi anak saat ini, terlebih psikis dalam menghadapi era transisi menuju normal pasca Pandemic Covid-19.

Narasumber Qaryah Thayyibah ini yaitu Ermita Zakiyah, M.Th.I  Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang.

"Parenting atau pengasuhan terhadap anak bukan hanya tugas seorang Ibu saja, melainkan tugas kedua orang tua. Parenting merupakan bagaimana seorang orang tua yaitu Bapak dan Ibu mempunyai peran dalam mendidik anak. Orang tua mempunyai banyak peran sekali mulai dari mendidik, membantu, mengarahkan dan mengasuh," jelasnya.

Taman-Momong.jpg

Setiap pertumbuhan usia anak memiliki fase-fase sehingga peran orang tua sangat penting bagi moderasi beragama. Parenting moderasi beragama terdapat tiga fase, pertama yaitu usia 0-7 tahun, dalam mendidik anak diibaratkan sebagai raja. 

Kedua usia 7-14 tahun,dalam mendidik anak diibaratkan sebagai tawanan dan ketiga usia 14-21 tahun, dan dalam mendidik orang tua harus bertindak seperti sahabatnya.

Pengabdian dalam bentuk pembinaan ini, difasilitasi dengan materi yang sudah disiapkan dan buku panduan yang telah disusun oleh Tim Pengabdian berdasarkan prinsip moderasi beragama menurut Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal. 

Setiap prinsip diberikan contoh dua belas kegiatan sehari-hari yang biasa ditemukan pada fase anak-anak dalam buku tersebut, dan bisa di-checklist. Buku ini dapat menjadi pegangan orang tua dalam mengukur seberapa anak telah mengimplementasikan moderasi beragama.

Nantinya juga akan ada evaluasi dari Tim Pengabdian UIN Malang setelah buku panduan tersebut diisi dengan checklist saat orang tua mengamati kegiatan anak-anaknya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES