Advertisement
Indonesia Positif

Capaian Vaksinasi Booster Masih Rendah, Binda DIY Butuh Dukungan Pemerintah Daerah

Badan Intelijen Daerah DIY (Binda DIY) butuh dukungan dari pemerintah daerah, untuk mempercepat capaian vaksinasi booster. Menyusul masih rendahnya capaian vaksinasi boos ...

TIMES Indonesia,
Capaian Vaksinasi Booster Masih Rendah, Binda DIY Butuh Dukungan Pemerintah Daerah
Peserta vaksinasi booster di Balai Kalurahan Gadingsari Sanden Bantul. (Foto : Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANTUL Badan Intelijen Daerah DIY (Binda DIY) butuh dukungan dari pemerintah daerah, untuk mempercepat capaian vaksinasi booster. Menyusul masih rendahnya capaian vaksinasi booster hingga akhir Juli 2022.

Pernyataan ini disampaikan Koordinator vaksinasi Binda DIY wilayah Bantul Nugroho. Disela pelaksanaan vaksinasi booster di Balai Kalurahan Gadingsari Sanden, Rabu (27/7/2022).

Advertisement

Dengan capaian 23 persen, vaksinasi booster di Bantul merupakan yang terendah di DIY. Kalah dari capaian kabupaten Kulon Progo yang selama menjadi yang terendah di DIY. Apalagi dari kabupaten Gunung Kidul yang terus meningkat pesat bersama kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta di posisi tiga besar.

Kondisi ini tidak lepas dari kurangnya dukungan dari pemerintah kabupaten Bantul. Melalui kebijakan yang bersifat mewajibkan vaksin booster untuk warganya. Sehingga pelaksanaan vaksinasi booster tidak dapat berjalan secara massif. Karena setiap wilayah mengambil kebijakan yang berbeda terkait vaksin booster. 

"Kebijakan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, untuk mencapai target 70 persen vaksinasi booster," tegas Nugroho.

Capaian vaksinasi booster di beberapa kapanewon yang aktif seperti Sanden, Piyungan dan Bambanglipuro cukup tinggi. Namun banyak kapanewon yang capaiannya masih rendah. Menyusul pemangku wilayah yang kurang peduli terhadap program vaksinasi. Sehingga dibutuhkan kebijakan dari pemangku wilayah kabupaten untuk mendukung program vaksinasi. 

Belajar dari tingginya capaian vaksinasi booster di kabupaten Gunungkidul. Tidak lepas dari peran aktif Wakil Bupati, yang secara langsung mengawal pelaksanaan vaksinasi. Sehingga seluruh stake holder dapat bergerak bersama untuk mengejar capaian target vaksinasi booster untuk meningkatkan derajat kesehatan bersama  

Advertisement

Kepala Puskesmas Sanden drg Suyatmi mengaku, capaian vaksinasi booster tidak lepas dari peran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon. Baik melalui sosialisasi kepada masyarakat. Serta dukungan dalam pelaksanaan vaksinasi booster melalui penyediaan tanaga kesehatan serta penyiapan sasaran vaksinasi. Kondisi ini tidak lepas dari kesadaran seluruh lapisan masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Sebagai modal dasar untuk melakukan pembangunan  Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, sejahtera dan berkeadilan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

T
PenulisTotok Hidayat Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia