Advertisement
Indonesia Positif

Hari Pertama Vaksinasi Booster di Pacitan Sepi Peminat, Hanya Tiga Orang

Sepi peminat. Vaksinasi booster yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur bertempat di Gedung Karya Darma, hari pertama launching vaksinasi booster hanya ...

TIMES Indonesia,
Hari Pertama Vaksinasi Booster di Pacitan Sepi Peminat, Hanya Tiga Orang
Suasana saat pegawai pemkab Pacitan ikuti vaksinasi Booster yang diselenggarakan Dinkes Pacitan (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PACITAN Sepi peminat. Vaksinasi booster yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur bertempat di Gedung Karya Darma, hari pertama launching vaksinasi booster hanya di ikuti 3 orang saja.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Hendra Purwaka mengatakan vaksinasi serentak dilakukan selama tujuh hari sejak Senin (1/8/2022). Namun, diakui pada hari pertama masih sepi peminat 3 orang yang mengikuti vaksinasi saja satu diantaranya tak lolos screening akibat tensi darahnya cukup tinggi.

Advertisement

"Baru ada tiga tadi satu masih komorbid. Punya keinginnan tapi tensinya masih 180. Ya baru hari ini sampai saat ini 3 orang," katanya, Senin (1/8/2022).

Padahal, lanjut Hendra, angka vaksinasi di Pacitan untuk booster baru diangka 18 persen. Artinya masih cukup jauh alias 60 persen kesenjangan dengan dosis kedua 78 persen dan dosis pertama 89 persen.

"Targetnya kalau bisa target bisa menyelesaikan vaksin dosis satu 89 persen kemudian dosis dua 78 persen. Untuk booster baru 18 persen berarti ada kesenjangan 60 persen. Lebih dari 100 ribuan lebih yang belum booster," imbuhnya.

Sementara itu pihaknya akan melakukan evaluasi kenapa hari pertama ini minim yang datang. Salah satunya, melakukan pengecekan surat edaran dari Sekretaris Daerah kepada Kepala OPD.

ASN-Vaksinasi-2.jpg
Peserta jalani screening dan Tampak sepi ruangan penuh kursi kosong (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)

"Kita cek nanti surat dari pimpinan apakah sudah sampai kepada kepala OPD, kita nanti upayakan selama tujuh hari ini, mungkin juga mereka merasa masih sehat terus kemudian terkendala masih kerja," terangnya.

Begitu juga targetnya, dr. Hendra Purwaka mengatakan pada gelombang kali ini ASN, TNI, Polri, dan setaf perangkatnya. Saat ini surat edaran juga sudah masuk ke Kecamatan agar diteruskan kepada Desa agar semuanya mengikuti vaksinasi.

"Ini sudah ada surat dari Sekda (Heru Wiwoho) kepada kepala OPD, Camat dan Desa untuk menghadirkan karyawan-karyawannya untuk mengikuti vaksin booster," jelasnya.

Bukan tanpa alasan kenapa harus mengikuti vaksinasi booster, melainkan untuk menambah kekebalan tubuh masyarakat Kabupaten Pacitan dari virus Covid-19.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rojihan
PenulisRojihanSarjana Managemen Pendidikan Islam di STAI NU Pacitan (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya, wisata, pemerintahan, pendidikan dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia