Advertisement
Indonesia Positif

Dihadapan Kiai Ponpes Buntet Cirebon, Airlangga Hartarto Ungkap Keberhasilan Pemerintah Tangani Covid-19

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia jauh lebih baik dari negara lain dalam hal penanganan Covid-19. Hal tersebut diungkapkan ...

TIMES Indonesia,
Dihadapan Kiai Ponpes Buntet Cirebon, Airlangga Hartarto Ungkap Keberhasilan Pemerintah Tangani Covid-19
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada peringatan Haul Sesepuh Ponpes Buntet Cirebon. (Foto. Muslimin/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

CIREBON Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia jauh lebih baik dari negara lain dalam hal penanganan Covid-19. Hal tersebut diungkapkan, saat menghadiri peringatan Haul Sesepuh Ponpes Buntet Cirebon, Sabtu (6/8/2022) malam. 

Menurut Airlangga, meskipun sampai saat ini penyebaran Covid-19 masih terjadi. Namun angka penularan di Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan Amerika Serikat, Jepang dan Prancis. 

Advertisement

"Di Indonesia, setiap Minggu ada sekitar 5000 orang yang tertular (Covid-19). Tetapi dibandingkan negara lain, Amerika Serikat lebih dari 120 ribu, Jepang 200 ribu dan Prancis 90 ribu orang tertular," tutur Airlangga. 

Pria yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, hal ini dikarenakan Pemerintah Indonesia telah memberikan Vaksin kepada rakyatnya. Dijelaskan nya, sebanyak 420 juta dosis vaksin telah telah diberikan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah berkat kita disuntik vaksin, dosis pertama sudah lebih 90 persen, vaksin kedua lebih 80 persen, dan untuk vaksin dosis ketiga lebih daripada 30 persen. Saya berterima kasih kepada para habaib, para Kiai para ulama bahwa dengan dukungannya, maka masyarakat percaya untuk divaksin," kata Airlangga. 

Masih dikatakan Airlangga, yang membedakan Indonesia dengan negara-negara lain adalah kedisiplinan masyarakat Indonesia dalam menerapkan Protokol Kesehatan. Dan juga tentunya, berkat doa dari para habaib, Kiai dan juga para ulama. 

"Alhamdulillah protokol kesehatannya  baik, dan itu yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Negara lain disiplinnya tidak ada, bahkan di Jerman ada 20 juta orang tidak mau divaksin karena mereka mengatakan vaksin adalah hak asasi," tambah Airlangga. 

Advertisement

Meskipun selama Covid-19 Pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai dengan Level 4, lanjutnya, namun tidak ada yang sampai menutup pabrik. 

Airlangga mengungkapkan, Pemerintah lebih mendorong agar kehidupan dan keselamatan masyarakat lebih didahulukan. Akan tetapi, penghidupan untuk masyarakat bekerja tetap dibuka, dengan demikian industri tetap bekerja, ekspor tetap berjalan namun dengan menerapkan protokol kesehatan. 

"Saat kita PPKM level 4, yang pedagang kaki lima kita gelontorkan Bantuan Sosial (Bansos) dalam bentuk bantuan uang tunai, kepada pedagang kaki lima warung dan nelayan kita menggelontorkan Bansos. Kita juga gelontorkan uang kesehatan dan juga untuk dukungan UMKM selama 3 tahun, totalnya 1700 triliun bayangkan, itu jumlah yang sangat besar," ungkap Airlangga. 

Airlangga Hartarto juga mengaku bangga, karena di dalam penanganan Covid-19 di masa yang serba tidak pasti, masyarakat sangat solid. Begitu juga dengan Partai Politik yang juga solid, sehingga Indonesia bisa menangani covid-19 jauh lebih baik. 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMuslimin Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia