Advertisement
Indonesia Positif

Pemeriksaan Vaksin di Polsek Bondowoso, Motor Pencari Rumput Ditahan

Petugas gabungan Polsek Bondowoso bersama Satpol PP menggiring sejumlah kendaraan roda dua menuju halaman Polsek. Ternyata petugas tengah melakukan operasi vaksin Covid-1 ...

TIMES Indonesia,
Pemeriksaan Vaksin di Polsek Bondowoso, Motor Pencari Rumput Ditahan
Tampak sepeda motor milik warga yang mencari rumput dirantai gegara tidak bisa menunjukkan KTP (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Petugas gabungan Polsek Bondowoso bersama Satpol PP menggiring sejumlah kendaraan roda dua menuju halaman Polsek. Ternyata petugas tengah melakukan operasi vaksin Covid-19, Senin (8/8/2022).

Para pengendara kemudian dimintai KTP oleh petugas, kemudian dicek apakah mereka sudah divaksin atau tidak.

Advertisement

Jika sudah divaksin maka pengendara akan dipersilakan melanjutkan perjalanan, jika belum maka bisa langsung vaksin di lokasi.

Namun berdasarkan pantauan di lokasi, petugas menahan motor milik seorang pencari rumput. Lantaran tidak bisa menunjukkan KTP.

Salah seorang petugas di Polsek Bondowoso akhirnya merantai motor yang masih memuat rumput tersebut..

Saat dikonfirmasi, pemilik motor sebut saja J mengaku asal Curahdami. "Saya mencari rumput di Koncer," kata dia.

Terpaksa dia harus berjalan kaki sambil menunggu jemputan. "Ini nunggu teman saya," kata dia sambil berjalan di trotoar.

Advertisement

Sementara Kapolsek Bondowoso, Mardianto mengatakan, bahwa memang benar ada pemeriksaan vaksin 1, vaksin 2 dan booster.

"Kalau yang belum dicek oleh dokter. Kalau waktunya vaksin ya vaksin, kalau sudah vaksin ya sudah gak apa-apa," kata dia.

Dia mengaku bahwa bagi pengendara yang tidak bisa menunjukkan KTP tidak akan ditahan. "Tidak ada, paling dijupuk KTP-ne setelah itu divaksin," akunya.

Dia bisa memastikan dalam pemeriksaan vaksin itu bahwa tidak ada penilangan. "Tidak ada tilang-tilangan, KTP operasine," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia