Mahasiswa KSM Tematik Unisma Malang Lakukan Pendampingan Pengolahan Limbah Organik
Mahasiswa KSM Unisma Malang melaksanakan kegiatan pengolahan limbah organik menjadi biogas di Dusun Dempok Desa Sumber Pitu Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Mahasiswa KSM Unisma Malang melaksanakan kegiatan pengolahan limbah organik menjadi biogas di Dusun Dempok Desa Sumber Pitu Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan.
Mahasiswa Universitas Islam Malang membantu warga mengubah limbah kotoran sapi menjadi biogas. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2022, di rumah Thalib, Desa Sumberpitu Kecamatan Tutur, Pasuruan. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan mengurangi penggunaan gas LPG, sebab dengan metode biogas ini penggunaannya lebih praktis dan ekonomis.
Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Gas ini berasal dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia dan kotoran hewan. Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh bakteri metanogenik anaerobik (bakteri penghasil gas metan yang hanya dapat hidup dalam kondisi bebas oksigen) dari proses perombakan bahan bahan organik. Karena sifat gas metan yang mudah terbakar. Biogas dapat dipakai sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Biogas kotoran sapi diproduksi dengan cara fermentasi anareob, yaitu kotoran sapi dimasukkan ke dalam sebuah tempat tanpa oksigen dibiarkan secara alamia akan muncul bakteri anareob yang memecah molekul organik kotoran sapi menjadi kumpulan gas metana, karbon dioksida, dan sedikit karbon monoksida, nitrogen, juga hidrogen.
Dilansir dari HomeBiogas, kandungan metana biogas sekitar 50 persen hingga 70 persen membuatnya mudah terbakar dan menghasilkan nyala api berwarna biru tua.
Bangunan utama dari instalasi biogas adalah Digester yang berfungsi untuk menampung gas metan hasil perombakan bahan bahan oleh bakteri. Jenis digester yang paling banyak digunakan adalah model continuous feeding dimana pengisian bahan organiknya dilakukan secara kontinu setiap hari. Besar kecilnya dihasilkan dan banyaknya biogas yang diingkan.

Proses pembuatan biogas sebagai berikut ;
1. Pengambilan kotoran sapi, setelah itu
2. Kotoran sapi dimasukkan ke dalam wadah (secukupnya) tempat pengolahan
3. kotoran sapi dicampur / ditambahkan air serta diaduk sampai terasa merata
4. kemudian setelah tercampur, kotoran sapi dialirkan ke dalam bak penampungan sampai mengendap
5. setelah semua proses dilakukan biogas bisa digunakan dengan menggunakan pipa saluran yang terhubung dengan kompor. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 99 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

