Advertisement
Indonesia Positif

Coretan Dinding WKJ Sambimulyo Semarakkan Village Mural Festival Banyuwangi

Festival berbasis kompetisi Village Mural Festival bertemakan Banyuwangi Rebound dan Ijen Geopark digelar di areal Fish Market, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi.  Festival ini sebagai apresiasi bagi para pegiat mural di Bumi Blambangan.

TIMES Indonesia,
Coretan Dinding WKJ Sambimulyo Semarakkan Village Mural Festival Banyuwangi
Goresan cat mengangkat potensi kearifan lokal bertemakan Wisata Kebun Jeruk Sambimulyo dan buah naga ikut menyemarakkan Village Mural Festival Banyuwangi. (Foto: Pemdes Sambimulyo for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Festival berbasis kompetisi Village Mural Festival bertemakan Banyuwangi Rebound dan Ijen Geopark digelar di areal Fish Market, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi.  Festival ini sebagai apresiasi bagi para pegiat mural di Bumi Blambangan.

"Festival ini sebagai apresiasi bagi para pegiat mural di Banyuwangi sekaligus memberikan ruang berekspresi bagi masyarakat lewat karya seni mural,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka festival yang akan berlangsung hingga 31 Agustus mendatang, Senin (3/8/2022).

Advertisement

Festival ini diikuti tujuh desa se-Kecamatan Bangorejo, Polsek, Koramil, juga berbagai Lembaga Pendidikan seperti SD, SMP, SMA Negeri Bangorejo sebagai perwakilan Kecamatan Bangorejo.

Mural atau kreasi menggambar di tembok itu, biasanya dipenuhi dengan aneka coretan vandalistik yang tak jarang merusak estetika ruang publik. Sehingga, energi dan potensi kreatif tersebut, haruslah diarahkan ke hal yang positif.

Peserta diberikan kebebasan untuk mengekspresikan ide dan kreativitasnya asalkan berkesuaian dengan tema yang ditentukan. Lokasinya pun bisa di berbagai tempat publik. Seperti di pinggir jalan, permukiman, tempat pembuangan sampah, dan sebagainya.

Sesuai arahan Camat Bangorejo Ahmad Laini, tempat festival mural tingkat Kecamatan Bangorejo ini ditempatkan di sepanjang dinding Pasar Rakyat Kebondalem, belakang Kantor Camat Bangorejo. Pemilihan tempat ini untuk menjadikan nuansa dan suasana baru.

Ahmad mengatakan, setiap instansi diberi satu lokasi menggambar mural berukuran 5 meter untuk berkreasi, salah satunya Desa Sambimulyo. Dalam festival mural ini, Kepala Desa Sambimulyo Andik Santoso mengajak pelukis Kang Jurik Jajag untuk menggoreskan cat mengangkat potensi kearifan lokal yaitu bertemakan WKJ (Wisata Kebun Jeruk) Sambimulyo dan buah naga.

Advertisement

“Semoga dengan adanya Festival Mural ini lingkungan Pasar Rakyat Kebondalem Bangorejo bisa kelihatan lebih cantik dan menarik, tentunya bersih pula. Jika semula dinding kelihatan kotor dan terkesan tidak terawat akan kelihatan bagus dan bersih,” kata Ahmad. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia