Advertisement
Indonesia Positif

Kuliah Tatap Muka Sudah Dimulai, Begini Tanggapan Driver Ojol

Pekerjaan ojek online (ojol) saat ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas. Pekerjaan ini kini menjadi mata pencaharian atau pekerjaan andalan bagi para drivernya. ...

TIMES Indonesia,
Kuliah Tatap Muka Sudah Dimulai, Begini Tanggapan Driver Ojol
Perkumpulan Para Driver Ojek Online (Ojol) di Depan Gerbang Veteran Universitas Brawijaya (FOTO: Rahayu Pertiwi Fajar Ningrum/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Pekerjaan ojek online (ojol) saat ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas. Pekerjaan ini kini menjadi mata pencaharian atau pekerjaan andalan bagi para drivernya.

Para driver ojek online memiliki tempat masing-masing dalam menunggu orderan yang datang, mereka juga saling bertukar pikiran dengan driver ojek online yang lain kala beristirahat.

Advertisement

Tempat-Parkir-Mahasiswa-Universitas-Brawijaya.jpg
Tempat Parkir Mahasiswa Universitas Brawijaya (FOTO: Rahayu Pertiwi Fajar Ningrum/TIMES Indonesia)

Mereka juga datang dari berbagai macam kalangan, ada driver yang memang menghabiskan waktu sepenuhnya untuk menarik orderan dan ada juga yang menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan sampingan. 

Bayu Eko selaku driver ojek online di Grab dan Gojek mengatakan rentang waktu ia bekerja dimulai dari pukul 09.00 sampai 20.00. Biasanya yang memesan driver ojek online kebanyakan mahasiswa, terutama mahasiswa Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang.

Tempat-Parkir-Mahasiswa-Universitas-Brawijaya-2.jpg

Ia juga berpendapat bahwa pasca pandemi Covid-19 dan dimulainya kuliah tatap muka banyak sekali penumpang yang memesan jasa driver ojek online tersebut bahkan dalam sehari ada 30 penumpang, tergantung akun yang digunakan.

Advertisement

"Waktu masih masa pandemi itu cuma bisa nganter jemput 10 orang. Karena sedikit yang mesen ojek online. Tapi sekarang pas udah new normal kayak sekarang tu udah rame yang order ojek online," ujarnya.

Ia berharap situasi dunia semakin stabil, normal dan tetap seperti saat ini yang berada di masa new normal supaya penumpang yang membutuhkan jasa ojek online (ojol) ini makin bertambah, sehingga bisa membantu perekonomian mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRahayu Pertiwi FN (MG-426) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia