Advertisement
Indonesia Positif

Semprotan Hama Tenaga Surya Karya Mahasiswa Polije, Ekonomis dan Efisien

Inovasi mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) seolah tak ada habisnya. Usai menciptakan BBM dari limbah sampah plastik yang digagas Jurusan Teknik, kini mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian juga tak mau kalah saing. 

TIMES Indonesia,
Semprotan Hama Tenaga Surya Karya Mahasiswa Polije, Ekonomis dan Efisien
Alat semprotan hama tenaga surya yang diciptakan mahasiswa Prodi Keteknikan Pertanian bernilai ekonomis dan efisien. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Jember Inovasi mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) seolah tak ada habisnya. Usai menciptakan BBM dari limbah sampah plastik yang digagas Jurusan Teknik, kini mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian juga tak mau kalah saing. 

Alat penyemprot hama tenaga surya berhasil diciptakan Jovanca Alvareza, mahasiswa Prodi Keteknikan Pertanian. Ia menyebut, alat hasil inovasinya tersebut berasal dari limbah yang di daur ulang.

Advertisement

"Tangkinya ini berasal dari tangki pompa yang kemudian dihubungkan dengan panel surya (solar cell) dan aki," ujarnya kepada TIMES Indonesia. 

Ia juga mengungkapkan cara kerja alat penyemprot hama tenaga surya tersebut. Menurutnya, panel surya yang berfungi untuk menangkap sinar matahari yang kemudian disimpan didalam aki sehingga bisa mengubahnya menjadi energi listrik.

"Itu bisa dipakai selama 1 jam tanpa solar cell. Namun jika dalam penyemprotan menggunakan solar cell bisa dipakai hingga 3 jam," akunya. 

Sementara itu, Mahsus Nurmanto, Kepala Unit Humas dan Protokol Polije menuturkan, alat tersebut merupakan sebuah inovasi dari mahasiswa yang tujuannya untuk mengedukasi masyarakat bahwa, pihaknya bisa memberikan teknologi sederhana kepada masyarakat.

Alat-semprotan-hama-tenaga-surya-Polijie.jpg
Alat semprotan hama tenaga surya yang diciptakan mahasiswa Prodi Keteknikan Pertanian bernilai ekonomis dan efisien. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia) 

"Sehingga bisa membantu proses mekanisasi pengerjaan pertanian di masyarakat. Dengan tenaga yang sedikit bisa menghasilkan cakupan semprotan yang luas," terang Mahsus.

Lebih lanjut, kata Mahsus, alat tersebut juga sangat efisien jika melihat tenaga kerja yang mengarah pada biaya produksi. "Karena sekarang tenaga kerja lebih mahal bisa diminimalisir menjadi murah jika menggunakan teknologi tersebut," jelasnya. 

Kendati demikian, ia berharap alat yang diproduksi oleh mahasiswa Polije tersebut bisa mengedukasi masyarakat untuk membuatnya secara mandiri karena menggunakan barang yang mudah dan murah didapat.

"Itu bisa menggunakan aki sepeda motor masing-masing. Kemudian harga panel surya juga terjangkau. Jadi masyarakat bisa mengubah alat semprot biasa menjadi yang berbasis tenaga surya," tutup Kepala Humas Polije

Diketahui biaya yang diperlukan untuk menghasilkan alat semprot hama tenaga surya tersebut sekitar Rp 500-600 ribu. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Siti Nur Faizah
PenulisSiti Nur FaizahSarjana Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Jurnalis TIMES Indonesia di Surabaya sejak 2021. Aktif menulis di Pemerintahan, Politik, Hukum, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia