Indonesia Positif

Kota Kediri Gali Potensi Seni Tari Kontemporer 

Minggu, 09 Oktober 2022 - 22:36 | 218.82k
Para peserta saat menampilkan kreasi tari mereka di atas panggung (yobby/Times Indonesia)
Para peserta saat menampilkan kreasi tari mereka di atas panggung (yobby/Times Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Perpaduan antara pakem tari tradisional dan tari modern dalam seni tari kontemporer Kota Kediri sudah sering memunculkan suatu karya tari luar biasa dan memiliki makna seni dan filosofi yang luar biasa.

Tidak hanya itu, seni tari kontemporer mampu menjadi suguhan hiburan yang menyenangkan yang bisa dinikmati banyak kalangan. Karena itu para seniman tari kontemporer ini juga perlu untuk unjuk gigi. 

Advertisement

Salah satunya melalui lomba tari kontemporer 2022, yang digelar di kawasan wisata Gua Selomangleng, Minggu, (09/10/2022). Ada 13  grup tari baik dari komunitas, sekolah, kampus, sanggar yang berdomisili di Kota Kediri unjuk diri. 

Tari-Kontemporer-b.jpg

Setiap tarian yang dibawakan membawa pesan serta  menggambarkan cerita yang berbeda tentang Kediri. Salah satunya seperti tari Jaremblung karya SMKN 2 Kota Kediri. Berasal dari kata Jaranan dan Jemblung, yang mana keduanya adalah kesenian tradisional rakyat Kediri. 

Jaranan adalah tari tradisional yang bersumber dari cerita rakyat tentang perjodohan putri Kerajaan Kediri. Sedangkan jemblung adalah musik tradisional yang lirik lagunya diambil dari ayat-ayat suci Al-Our'an. Terciptanya tari ini merupakan bagian dari usaha untuk melestarikan dan mengangkat kembali Jemblung yang memang tidak terlalu populer. 

Selain itu juga ada tari Bayang Panjj, sebuah  konsep karya koreografi yang mengangkat fenomena bayangan dengan cerita Panji. Seperti diketahui panji merupakan salah satu tokoh di Kediri, yang dikenal lewat cerita penyamarannya menjadi Panji Semirang. 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menuturkan tari kontemporer merupakan untuk merespon zaman yang ada. Setiap tarian kontemporer memiliki pesan tersendiri, yang jika tidak ditampilkan maka pesan itu tidak akan tersampaikan ke masyarakat.

"Tari yang dibawakan bagus-bagus sayang kalau keluar hanya untuk pembukaan, " tutur Wali Kota Kediri. 

Kedepan Wali Kota Kediri juga berpesan kepada para komunitas tari dan juga sanggar-sanggar tari untuk bisa memanfaatkan taman-taman di Kota Kediri untuk menampilkan karya tari mereka. 

Tari-Kontemporer-c.jpg

Dengan karya seni tari ini tampil di depan umum, maka banyak masyarakat yang bisa lebih mengenal budaya atau identitas. "Kita belajar budaya orang lain dan budaya kita sendiri, agar kita paham bahwa budaya kita beragam, layak dijual dan layak dilihat dunia,” tegas Wali Kota Kediri. 

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisat, Pemuda dan Olahraga ( Disbudparpora)  Kota Kediri, Zachrie Ahmad lomba tersebut juga untuk mengajak para seniman tari, terutama tari kontemporer untuk lebih berani lagi dalam menampilkan karya mereka. Karena lewat hal semacam inilah, potensi-potensi yang ada bisa ditemukan. 

Dari potensi tersebut bisa ditarik sebuah benang merah ke arah potensi ekonomi, dengan menggandeng sektor wisata lain seperti perhotelan, rumah makan dan restoran. Nantinya jika kreasi para seniman tari sudah dikenali maka sektor wisata tersebut bisa memilih sendiri mana karya seni tari yang diunggulkan dan pantas disajikan ke para tamu. 

"Yang pertama menggali potensi para penari yang di Kota Kediri, dan kedua kita melestarikan seni tari khususnya kontemporer yang ada di Kota Kediri, " tukas Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachri Ahmad. 

Antuasiasme tinggi terlihat dari para peserta yang ikut ambil bagian. Seperti yang diungkapkan Dian Alyu Marsela. Siswa kelas 11 di salah satu sekolah menengah atas di Kota Kediri ini selama sepekan terakhir rutin berlatih setiap hari bersama sanggarnya.  Biasanya dirinya hanya berlatih 2 kali dalam sepekan, dengan setiap latihan menghabiskan waktu 3 jam. 

Gadis 16 tahun yang sudah belajar menari sejak duduk di bangku sekolah dasar itu mengatakan senang bisa ikut melestarikan seni budaya tanah air. 

"Pastinya senang  soalnya kita melestarikan budaya Indonesia. Semoga ada terus setiap tahun," ungkap siswa Kota Kediri itu.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES