Meriahkan Hari Santri Nasional, Kreativitas SDN 1 Piton Pacitan Raih Juara 2
Ikut memeriahkan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) pada, Minggu (16/10/2022) lalu, SDN 1 Piton, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sukses meraih juara 2 ka ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PACITAN – Ikut memeriahkan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) pada, Minggu (16/10/2022) lalu, SDN 1 Piton, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sukses meraih juara 2 kategori kreativitas.
Hal itu membuat bangga pihak sekolah terutama para guru pendamping yang tak lelah mendorong para siswa untuk lebih semangat dalam menciptakan inovasi terlebih kesesuaian tema saat pawai yakni 'Mangkat Masjid'.
"Tak disangka, ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi siswa karena mendapat juara 2 kategori kreativitas, siswa membawa sajadah, memakai sarung dan yang perempuan memakai mukena serta sajadah," kata Kepala SDN 1 Piton, Suyono.
Kendati demikian, ia mengakui jika persiapan yang dilakukan memang belum matang. Sedangkan teknikal meeting baru dilaksanakan dua hari sebelum pelaksanaan, konsep yang akan digunakan untuk mengikuti kegiatan tersebut juga belum ditemukan.
"Saat itu pukul 10.00 WIB, Jumat (16/10) baru ada informasi bahwa kategori penilaian dari panitia HSN adalah kreativitas, kekompakan, estetika dan kerapian. Dari situ semua guru mulai memikirkan cara menentukan tema atau konsep yang akan ditampilkan," terang Suyono.
Di samping itu, lanjut dia, sekolah lain di Kecamatan Punung sudah mempersiapkan konsep dan tema jauh-jauh hari untuk ditampilkan pada HSN seperti membeli perlengkapan. Sementara waktu pelaksanaan semakin dekat.
"Padahal sekolah kami persiapannya mendadak bahkan belum punya konsep. Waktunya mepet akhirnya ketemu juga temanya," ujar Suyono.
Selain itu, pihaknya menilai, dengan konsep sederhana namun memiliki makna dan sesuai dengan momentum. Sisi baiknya adalah kesadaran siswa untuk lebih berpenampilan layaknya seorang santri di pesantren.
"Begitu ketemu konsepnya, siswa disuruh mencuci, sarung, mukenah, sajadah dan juga mempersiapkan baju putih, celana dan rok warna hitam untuk dipakai pas pawai HSN," jelas Suyono.
Seperti diketahui, peringatan HSN ke-8 ini diikuti oleh 5.000 lebih peserta dari dua wilayah, Kecamatan Punung dan Donorojo. Mayoritas adalah pelajar dan santri.
Tak hanya itu, acara yang diketuai Imam Muadzin ini berlangsung sangat meriah. Panitia menyediakan doorprize menarik hingga kupon hadiah hingga puluhan juta rupiah.
“Ya. Alhamdulillah. Dengan konsep yang sederhana, nyatanya bisa mengharumkan nama baik sekolah, saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada Bapak/Ibu guru dan juga kepada siswa-siswi tercinta atas penghargaan yang diperoleh," ucap Kepala SDN 1 Piton Suyono yang juga konseptor kreativitas pawai budaya Hari Santri Nasional 2022 di Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

