Santri Jombang Unjuk Kebolehan di Fashion On The Street
Rangkaian Hari Jadi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang ke-112 dan Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2022 di Jombang masih terus berlanjut ... ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JOMBANG – Rangkaian Hari Jadi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang ke-112 dan Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2022 di Jombang masih terus berlanjut. Kali ini, Pemkab Jombang menggelar Santri Fashion On The Street di Alun-alun Kabupaten Jombang, Minggu (23/10/2022).
Dalam pantauan TIMES Indonesia di lokasi, puluhan santri dari berbagai Pondok Pesantren di Jombang saling unjuk kebolehan di atas catwalk. Dengan percaya diri meraka berjalan layaknya seorang model prefesional.
Uniknya banyak dari mereka berpakaian dengan busana yang mereka buat sendiri dari bahan daur ulang. Selain itu, ada juga dari desainer handal yang memamerkan batik khas Jombang.
Nampak acara ini cukup mengundang antusias masyarakat Kabupaten Jombang. Terlihat meskipun terik matahari waktu itu cukup menyengat banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk melihat pertunjukan tersebut.
Ternyata Santri Fashion On The Street ini, selain didesain untuk ujuk kebolehan antar santri. Juga dimanfaatkan Bupati Jombang Mundjidah Wahab untuk memperkenalkan batik khas Jombang kepada khalayak umum.
Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan, Kegiatan Santri Fashion On The Street di gelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022 dan peringatan hari jadi pemerintah kabupaten (Pemkab) Jombang yang ke 112.

Event tersebut sekaligus membuktikan dan mengenalkan kepada masyarakat seluruh dunia bahwa Jombang sebagai kota budaya dan kota santri yang memiliki batik kreasi masyarakat Kabupaten Jombang sendiri.
"Tujuannya adalah para desainer-desainer dapat mempromosikan batik dari Jombang agar terus berkembang dan di minati oleh masyarakat se Antero dunia, bukan hanya di tingkat nasional saja," ungkapnya.
Di atas catwalk, para peragawan peragawati lokal santri Jombang memamerkan busana batik Jombang dengan khas santri yang menonjolkan kesopanan dan keindahan sebagai indikator penilaian fashion show on the street santri tersebut.
Mundjidah berharap dengan adanya promosi batik melalui kegiatan fhasion show yang di peragakan oleh para santri Jombang ini dapat mengembangkan perekonomian kabupaten Jombang terutama para pengrajin batik di Jombang.
"Semoga dengan promosi ini dapat meningkatkan perekonomian kabupaten Jombang terutama para pengrajin batik agar terus berinovasi dan lebih baik lagi," harapnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


