Unisma dan Rumah Sedekah NU Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Edutrip ke Kampung Coklat Blitar
Universitas Islam Malang (Unisma) bersama Rumah Sedekah NU dan para mitranya mengajak puluhan anak yatim piatu dan kaum dhuafa melakukan studi tour berkonsep edutrip ke k ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) bersama Rumah Sedekah NU dan para mitranya mengajak puluhan anak yatim piatu dan kaum dhuafa melakukan studi tour berkonsep edutrip ke kampung wisata Kampung Coklat Blitar.
Kunjungan ini sekaligus penyaluran santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang berlangsung pada Kamis (27/10/2022) di kampung cokelat, tepatnya di Jl. Banteng-blorok No. 18 desa Plosorejo RT 01/06 Kademangan, Kabupaten Blitar.
Konsep berbeda yakni edutrip ini sengaja dihadirkan untuk menumbuhkan semangat belajar para anak yatim piatu. Para peserta tambah ceria dan bahagia mengikuti edutrip ini.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama beberapa wakil rektor. Kurang lebih ada 35 anak yatim-piatu yang mengikuti.
Rektor UNISMA Prof Dr H Maskuri menyampaikan bahwa ke depan akan bekerja sama dan kolaborasi dengan kampung coklat dengan mengirimkan beberapa mahasiswa untuk magang di Kampung coklat.
“Saya takjub dan heran, pemilik kampung coklat dengan perkembangan yang luar biasa. Saya yakin ini dikelola dengan hati dan saling mendoakan. Begitu juga dengan Unisma dan Rumah sedekah dan pastinya tujuannya untuk mendapatkan Ridho dari Allah," kata Maskuri.

Dengan kedatangan anak yatim, kata Maskuri, merupakan momen spirit bersama untuk semakin semangat mengelola lembaga.
Sementara itu, Inisiator Rumah sedekah NU, KH. Noor Shodiq Askandar yang juga Wakil Rektor 2 UNISMA mengucapkan terima kasih kepada kampung coklat yang telah memberikan ruang atau tempat untuk kegiatan sosial ini.
Ia juga mengucapkan syukur dan apresiasi atas diraihnya akreditasi Unggul dari BAN PT untuk UNISMA.
"Yatim dan Dhuafa ini telah menyelamatkan kita karena kalau kita tidak peduli pada mereka, kita termasuk pendusta agama. Kita tidak boleh terlalu bangga mengajak anak yatim tapi dengan adanya anak yatim kita harus berterima kasih,” tegas Gus Shodiq sapaan akrabnya.
Agus Susanto selaku Ketua Pelaksana melaporkan bahwa rombongan berangkat dari Malang menggunakan Bus Operasional UNISMA pada Kamis pagi.
Sebelum menuju lokasi santunan, anak yatim dan duafa terlebih dahulu makan pagi di Warung sego sambel peyek di daerah sananwetan kota Blitar.
Warung ini juga merupakan warung mitra Rumah Sedekah NU yang dengan ikhlas membagikan hidangan sarapan.
Kegiatan berikutnya, dilanjut menuju lokasi utama yaitu kampung coklat. Kampung coklat yang didesain dengan ciri khas coklat yang kekinian membuat kesan yang menyenangkan untuk anak yatim rekreasi sekaligus belajar.
Anak yatim dan dhuafa langsung menuju ke Musholla Al Mu’min untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh
Acara dilanjutkan dengan jelajah kampung cokelat yang dipimpin langsung Kak Rahman. Ia menjelaskan secara umum tentang cokelat dan dilanjutkan oleh kak Yuli dengan edukasi tentang cara mengelola bibit pohon sampai dengan proses pembuatan cokelat.
Terlihat, anak yatim dan dhuafa sangat antusias dengan penjelasan tersebut. Sebelum kegiatan santunan dilaksanakan, ada penampilan dari cokelat gambus yang menghibur para anak yatim dan duafa.
Sementara itu, dari perwakilan Kampung Coklat juga menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak khususnya rumah sedekah yang terus mengadakan kolaborasi dengan kampung coklat.
Kampung coklat juga siap membuka pintu selebar-lebarnya kepada semua mitra rumah sedekah jika ingin bekerja sama dengan kampung coklat.
“Saya berharap kegiatan positif semacam ini terus berlanjut dan bisa diistiqomahkan, ini adalah momen kita semua untuk terus bermanfaat kepada orang lain," ujar Kholid Musthofa, pemilik Kampung Coklat Blitar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

