Advertisement
Indonesia Positif

Desa Alue Sungai Pinang di Abdya Aceh Peroleh Trofi ProKlim Utama dari Menteri LHK-RI

Desa Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh peroleh penghargaan dalam Program Kampung Iklim Utama (ProKlim Utama) tahun 20 ...

TIMES Indonesia,
Desa Alue Sungai Pinang di Abdya Aceh Peroleh Trofi ProKlim Utama dari Menteri LHK-RI
Pj Bupati Abdya didampingi warga Desa Alue Sungai Pinang Abdya (FOTO: Albert/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

ACEH BARAT DAYA Desa Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh peroleh penghargaan dalam Program Kampung Iklim Utama (ProKlim Utama) tahun 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KemenLHK-RI).

Dalam keterangan diterima TIMES Indonesia, Jum'at (28/10/2022), trofi penghargaan itu diterima Penjabat (Pj) Abdya, H. Darmansah, S.Pd, MM serta diserahkan secara langsung oleh Menteri LHK-RI, Siti Nurbaya, di Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta.

Advertisement

Trofi Proklim Utama tersebut diperoleh atas keikutsertaan Desa Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Abdya, atas dalam program ProKlim, yang dilaksanakan oleh Kemen LHK-RI. Selain trofi, turut juga diserahkan sertifikat dan dan insentif untuk para pemenang dari seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih, Pj Bupati Darmansah turut mengajak salah satu staf Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Abdya yang merupakan penggiat lingkungan hidup dan Sekretaris Desa (Sekdes) Alue Sungai Pinang untuk terus berbuat untuk alam.

Pj-Bupati-Abdya-b.jpg
Menteri LHK RI (kanan) bersama Pj Bupati Abdya (tengah) (FOTO: Albert/TIMES Indonesia)

“Kita sangat mengapresiasi langkah Desa Alue Sungai Pinang dalam keikutsertaan pada program ProKlim ini, dalam menjaga lingkungan harus terus kita galakkan. Sebab, jika kita mencintai alam, maka alam akan cinta pada kita," ujar Darmansah.

Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan ProKlim tersebut, baik pihak desa, kecamatan, dan Dinas Perkim LH Abdya.

Advertisement

"Yang istimewa kepada masyarakat Alue Sungai Pinang yang sudah menyukseskan program ini. Semoga kedepan bisa diikuti oleh desa-desa lain yang ada di Kabupaten Abdya," tutur Darmansah.

Seperti diketahui, Desa Alue Sungai Pinang meraih penghargaan ProKlim Utama tahun 2022 dari KemenLHK-RI. Keputusan itu tertuang dalam SK Menteri LHK Nomor  SK.1086/MenLHK/PPi.0/10/2022 tanggal 13 Oktober 2022 tentang Penerima penghargaan trofi, sertifikat dan insentif ProKlim Utama tahun 2022.

Penghargaan untuk Desa Alue Sungai Pinang tersebut merupakan tahun ketiga yang diperoleh oleh kabupaten berjuluk 'bumoe breuh sigupai'. Hal itu juga atas pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Perkim LH Abdya secara swadaya bersama dengan pihak desa.

Atas keberhasilan meraih pengharagaan ProKlim Utama selama tiga tahun berturut-turut, Pj Bupati Abdya pun memperikan apresiasi kepada Dinas Perkim LH Abdya dengan mengupayakan akan memberikan dukungan pada tahun 2023 mendatang.

Dukungan dana tersebut bertujuan untuk mendukung ProKlim Lestari yang direncanakan pada sepuluh gampong berbasis hutan untuk mencapai FOLU Net Sink dan target Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2024 sebanyak 20 ribu desa ProKlim teregister SRN di KemenLHK-RI.

Pj-Bupati-Abdya-c.jpg
Foto bersama Pj Bupati Abdya dan perwakilan warga usai menerima trofi penghargaan (FOTO: Albert/TIMES Indonesia)

Proklim sendiri bertujuan menumbuhkan ekonomi hijau dan sirkulasi ekonomi berbasis kesadaran perubahan iklim, guna mencapai pelayanan jasa ekosistem di lokasi ProKlim mitigasi, adaptasi, dan kegiatan-kelompok masyarakat.

Pendampingan program yang dilakukan secara kontinu akan berdampak terhadap aksi mitigasi di Desa Alue Sungai Pinang yang berada pada kawasan penyangga Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) atau bufferzone yang berfungsi sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan dalam restorasi bank sampah, restorasi hidrologi, dan konservasi tanaman dalam ekonomi hijau dan sirkular ekonomi.

Kegiatan yang dilakukan berupa pengelolaan sampah non organik melalui bank sampah, TOSS, dan zero waste tempat olah sampah dari sumber berbasis rumah tangga melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), sehingga menjadi ekonomi sirkular dari pengelolaan sampah plastik, popok bekas dan sisa makanan.

Selain itu juga dapat dilakukan kegiatan daur ulang atau recycle di Desa Alue Sungai Pinang, seperti asap cair dan bahan bakar (solar cell dan photocell), komposting dan POC melalui Perbanusa 2022-2027. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

T
PenulisT. Khairul Rahmat Hidayat Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia