Indonesia Positif

Peduli Ekosistem Burung, Sekda Sleman Terima Penghargaan dari Komunitas Burung

Selasa, 22 November 2022 - 09:49 | 115.98k
Sekda Sleman Harda Kiswaya ketika menerima penghargaan tropi sebagai Tokoh Perburungan Kabupaten Sleman dari Komunitas Pecinta Burung. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)
Sekda Sleman Harda Kiswaya ketika menerima penghargaan tropi sebagai Tokoh Perburungan Kabupaten Sleman dari Komunitas Pecinta Burung. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Kepedulian Harda Kiswaya terhadap satwa terutama burung tak diragukan lagi. Buktinya, pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah atau Sekda Sleman ini memiliki beberapa koleksi burung peliharaan di rumahnya.

Selain itu, ia kerap memberikan support terhadap komunitas pecinta burung di Kabupaten Sleman yang sedang menyelenggarakan perlombaan.

Advertisement

"Mendengar kicauan burung itu bisa menenangkan pikiran setelah seharian bekerja, pikiran bisa tenang dan adem," singkat Harda kepada TIMES Indonesia, Selasa (22/11/2022).

Nah, sebagai wujud apresiasi terhadap terhadap dukungan pada kegiatan lomba burung kicau mania di Lapangan Pemda Sleman beberapa waktu lalu, komunitas pecinta burung dan panitia Lomba dan Pameran Burung tingkat Nasional Sleman Award Jilid 2 pun memberikan penghargaan kepada Harda Kiswaya.

Penghargaan itu disematkan kepada Harda sebagai Tokoh Perburungan Kabupaten Sleman. Harda dinilai memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat terhadap ekosistem alam terutama burung.

Sekda-Sleman-Harda-Kiswaya-a.jpgWakil Bupati Sleman Danang Maharsa ketika menerima penghargaan tropi sebagai Tokoh Perburungan Kabupaten Sleman dari Komunitas Pecinta Burung. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)

Penghargaan berupa tropi diserahkan langsung oleh Ketua Pelaksana Lomba, Heroe Purwanto didampingi Dyar Endra Brahmanti kepada Harda Kiswaya di ruang kerjanya.

"Penilaian dan pemberian tropi ini melalui proses yang cukup panjang. Kami melibatkan teman-teman pecinta burung Purwanto, pakar burung kicau dan pegiat burung yang lain dari berbagai lintas profesi," tandas Purwanto.

Salah satu alasan Harda layak mendapatkan penghargaan adalah setiap hari sebelum berangkat kerja Harda selalu menyempatkan diri melihat burung koleksinya yang ada sekitar rumahnya. Bahkan, ia kerap menyiapkan makanan dan minuman untuk burung-burung koleksinya tersebut.

Tak hanya itu, Harda kerap terpergok mampir ke toko pakan burung ketika berangkat atau pulang dari kantor.

"Banyak teman-teman pecinta burung yang sering melihat Pak Harda ini membeli pakan burung sendiri di kios-kios. Di rumah juga sering bercengkrama dengan berbagai jenis burung peliharannya. Sehingga, beliau hapal karakter burung yang dipeliharanya," imbuhnya.

Selain itu, saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten Sleman ini tanpa ragu mengeluarkan rekomendasi  terhadap permohonan penyelenggaraan lomba burung di wilayah Sleman.

Tentunya dengan sejumlah petunjuk penerapan prokes yang ketat, serta adanya pantauan dan pengawasan. Sehingga, perekonomian masyarakat sekitar lokasi gantangan dapat terus berjalan dan menggeliat.

Pertimbangan lain, Harda Kiswaya juga sudah familier dengan sejumlah nama pengurus organisasi yang menaungi para pecinta burung berkicau di wilayah Yogyakarta.

Komunitas-Pecinta-Burung.jpg

Menanggapi pemberian penghargaan tersebut, Harda Kiswaya mengaku senang menerima penghargaan tersebut. bahkan sempat berpesan kepada kedua penyelenggara Lomba Burung tingkat Nasional supaya persiapan lomba burung berikutnya lebih awal dan mantang.

"Tujuannya agar event berikutnya nanti semakin berkembang dan tambah menggema gaungnya," tandas Harda.

Heroe Purwanto  dan Dyar Endra B mengatakan, rangkaian kegiatan yang digelarnya dapat berjalan lancar sesuai yang direncanakan. Tercatat sebanyak 1700 peserta yang mengikuti lomba burung yang digelarnya dua minggu yang lalu.

Terbagi dalam dua lapangan, kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 60 orang yang tercatat dalam kepanitiaan. Ditambah sejumlah warga sekitar lokasi lomba, turut terlibat juga pelaksanaannya. Baik, jaga parkir kendaraan maupun ikut berjualan. Tentu keberhasilan event tersebut tidak lepas dari dukungan semua pihak yang terlibat.

Sekadar diketahui, di kesempatan sebelumnya Wakil bupati Sleman Danang Maharsa juga menerima penghargaan serupa dari penyelenggara Lomba dan Pameran Burung tingkat Nasional 'Sleman Award Jilid 2' ini.

Penghargaan tersebut diserahkan sesaat setelah Wakil bupati Sleman Danang Maharsa berkenan membuka Lomba dan Pameran Burung tingkat Nasional 'Sleman Award Jilid 2' yang berlangsung di lapangan Pemkab Sleman.

Dalam kesempatan itu, Danang mengaku senang, masyarakat pecinta burung berkicau dari berbagai daerah dapat berkumpul dan berlomba di tempat ini.

Menurut Danang, siapa yang jadi juara akan mendapatkan manfaat dari prestasi yang berhasil diraihnya. Dimana burung berkicau yang jadi juara akan tambah bernilai dari segi harga.

Di samping itu akan timbul multi efek dari lomba tadi. Hal itu tidak hanya dirasakan oleh pecinta burung peserta lomba dan panitia saja.

Namun hotel dan penginapan sekitar lokasi lomba, maupun para pelaku UMKM yang berjualan di lokasi juga ikut merasakan euforia para peserta. Imbasnya terjadi peningkatan tingkat hunian hotel maupun dagangan UMKM juga semakin laku terjual. Sehingga sektor ekonomi bisa terangkat.

Danang Maharsa menandai pembukaan gelaran event ini dengan melepasliarkan ratusan burung aneka jenis. Selain mengapresiasi event Lomba dan Pameran Burung tingkat Nasional 'Sleman Award Jilid 2' tersebut.

Danang juga berpesan kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun mendatang. Sehingga, semakin mengukuhkan Sleman sebagai barometer nasional dalam hal penyelenggaraan lomba burung maupun perlombaan yang lain.

Selamat kepada Bapak Sekda Sleman Harda Kiswaya sebagai Tokoh Perburungan Kabupaten Sleman. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES