Tingkatkan Ketahanan Masyarakat Melalui Transformasi Digital, IDGIF Gelar Dialog Nasional
Ketahanan masyarakat Indonesia selama beberapa tahun ke belakang telah teruji dengan pandemi yaitu hadirnya virus Covid-19 di 2019. ... ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANDUNG – Ketahanan masyarakat Indonesia selama beberapa tahun ke belakang telah teruji dengan pandemi yaitu hadirnya virus Covid-19 di 2019.
Dengan adanya virus yang menyebar di hampir seluruh Indonesia, masyarakat harus mengalami perubahan kebiasaan, dari yang sebelumnya bebas beraktivitas jadi harus diam di rumah karena ganasnya efek virus ini.
Itu baru berupa serangan virus, lalu bagaimana halnya dengan serangan melalui dunia maya yang banyak terjadi belakangan ini? Penipuan lewat media online, pengambilan data secara ilegal untuk kepentingan diri, peretasan data, pengambilan uang di bank tanpa diketahui dan banyak lagi.
Dalam hal ini, perlu adanya solusi yang bisa diberikan kepada masyarakat agar bahaya cyber crime bisa diatasi.
Agar bisa mencegah hal negatif yang ditimbulkan oleh dunia digital, Indonesia Internet Government Forum menyelenggarakan kegiatan dialog nasional yang kelak bisa menampung masukan dari berbagai kalangan untuk digitalisasi Indonesia yang lebih baik.

"Forum Tata Kelola Internet atau IDIGF (Indonesia Internet Government Forum) ini dideklarasikan pada 2012 dan lebih dari 20 pelaku kepentingan dari teknologi dan yang telah sukses menyelenggarakan sebuah perhelatan global Internet Government Forum yang ke-8 yaitu global IGF tahun 2013 di Bali," ujar Mariam F.Barata, Ketua IDIGF di Aula Graha Sanusi Unpad, Bandung, Selasa (22/11/2022).
Menurutnya, ini merupakan pertama kalinya global IGF diselenggarakan dalam konsep kepentingan majemuk.
"Atas penyelenggaraan ini, Indonesia telah mendapatkan penghargaan karena telah memberikan contoh konkret bagaimana prinsip multi stakeholder dijalankan baik dari segi penyelenggaraan maupun dari segi pendanaan," ujarnya.
Selanjutnya, kata Mariam, mengulang kesuksesan tahun sebelumnya, pada 2021 diselenggarakan South East Asia Forum berlokasi di Bali yang menghadirkan dan melibatkan 100 narasumber dari berbagai negara di Asia Tenggara serta dihadiri oleh 1000 peserta baik yang hadir secara online dari 41 negara ataupun secara on side.
"Dan pada 2022 ini, forum Tata Kelola Internet Indonesia atau IDIGF sudah menjadi sebuah lembaga resmi dan sudah disahkan oleh kementrian hukum dan HAM," ulasnya.
Dengan telah diresmikannya IDIGF ini pada tahun 2022 menjadi Lembaga resmi. Kegiatan diskusi nasional ini menjadi kegiatan pertama bagi Forum Tata Kelola Internet Indonesia dan diharapkan menjadi pemicu lebih aktifnya memberikan kontribusi terkait tata kelola internet kepada pemerintah.
Dialog nasional ini mempunyai tujuan memberikan kesempatan kepada para stakeholder atau pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam bidang dialog nasional menuju tata Kelola internet Indonesia yang lebih baik.
"Memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya tentang tata Kelola internet dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat melalui transformasi digital," ulas Mariam.

Selain itu, menyusun seluruh masukan dari para narasumber dan peserta dialog yang hadir yang berasal dari pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, komunitas teknis untuk menyampaikan pemikiran mereka. "Kemudian kami akan sampaikan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo," paparnya.
Paparan lain disampaikan juga oleh wakil rektor bidang organisasi dan perencanaan Universitas Padjadjaran, yakni Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR, P.hD.
"Tema dialog nasional ini, sebetulnya sejalan dengan apa yang Unpad lakukan. Alhamdulilah, semester sekarang Unpad sudah melakukan yang disebut sebagai Unpad Habit University, sudah ada 3 metode pembelajaran yaitu daring, luring dan hybrid," ujar Wakil Rektor Unpad ini.
"InsyaAllah kita adalah yang pertama yang melakukan pembelajaran ini dengan teknologi informatika yang kita miliki," ujar Yanyan.
Oleh karena itu, lanjutnya, adanya dialog nasional IDGIF dengan tema ini masih sejalan dengan yang dilakukan.Universitas Padjajaran."Selalu melakukan digital baik di bidang pembelajaran, perkantoran, maupun pengabdian kepada masyarakat," papar Yanyan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

