Prof Aryuanto Soetedjo Resmi Jadi Profesor ke-10 ITN Malang
Prof Aryuanto Soetedjo resmi dikukuhkan sebagai profesor ITN Malang. Dalam orasi ilmiahnya, Aryuanto menyampaikan tentang "Implementasi Kecerdasan Buatan pada Piranti Te ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Prof Aryuanto Soetedjo resmi dikukuhkan sebagai profesor ITN Malang. Dalam orasi ilmiahnya, Aryuanto menyampaikan tentang "Implementasi Kecerdasan Buatan pada Piranti Tertanam untuk Transformasi Teknologi di Era Digital".
Rektor ITN Malang, Prof Abraham Lomi, mengatakan sangat bangga pada tahun 2022 ini telah menghasilkan Profesor bidang teknik elektro. Prof Abraham mengungkap jika untuk mencapai jenjang profesor harus menempuh persyaratan yang cukup berat. Banyak sekali persyaratan termasuk harus memiliki karya-karya publikasi tertentu yang bersifat Internasional.

"Sekarang ini untuk mencapai jenjang fungsional profesor ini cukup berat. Persyaratannya dia harus punya karya publikasi Internasional, sehingga disisi lain kami juga sangat senang disisi lain juga perlu mendorong kolega kami yang masih junior," Kata Prof Abraham.
Dorongan kepada junior diperlukan untuk meningkatkan literasi publikasinya agar kolega junior bisa mencapai puncak akademisnya. Tentu dengan dorongan tersebut, Prof Abraham berharap ITN akan lebih bisa memposisikan dirinya diantara perguruan tinggi papan atas yang ada di Indonesia. Salah satu indikatornya yakni perguruan tinggi tersebut punya leringkat yang lebih baik dengan jumlah guru besar dan jumlah doktor yang dimiliki.
"Sekarang di ITN guru besarnya ada 5 ya, jadi ini adalah guru besar yang kesepuluh. Jadi kita berharap beberapa teman dalam waktu yang tidak lama lagi dan berproses bisa segera," Ungkap Prof Abraham.

Sekilas mengenai penelitian yang dilakukan Prof Aryuanto yakni semacam komputer mini atau mikro yang bisa untuk ditanamkan atau ditempelkan ke berbagai perangkat seperti mesin cuci, TV, bahkan ponsel. Mengingat saat ini perkembangan teknologi mengarah pada kecerdasan buatan yang mana sistem tersebut berusaha menirukan kecerdasan manusia.
Melalui adanya riset yang dilakukan oleh Prof Aryuanto diharapkan perangkat yang dipasangkan alat temuannya yang bernama piranti tertanam akan lebih pintar. Maksud menjadi lebih pintar seperti misalnya menghemat energi yang menjadi salah satu indikator pintar.
"Salah satu kategori pintar misalkan hemat energi. Pemakaian listriknya bisa ter-optimalkan, dan jika tidak terpakai bisa mengatur penjadwalannya untuk dinyalakan," Kata Prof Aryuanto.
Proses pengukuhan berlangsung di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Jalan Sigura-Gura nomor 02 pada Rabu (30/11/2022). Prof Abraham menyebutkan jika Prof Aryuanto merupakan sosok yang rendah hati tapi memiliki kinerja yang sangat luar biasa begitu juga dengan publikasi yang dimiliki. Maka dengan hal tersebut Prof Abraham berharap supaya kolega yang lain supaya terinspirasi.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

