Musim Panen Durian di Pacitan, Pedagang Bisa Untung Jutaan Rupiah
Musim panen durian Desa Karangrejo di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menjadi momentum yang dinanti-nanti. ... ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PACITAN – Musim panen durian Desa Karangrejo di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menjadi momentum yang dinanti-nanti. Pasalnya panen durian yang hanya setahun sekali ini mampu menggerakkan ekonomi warga setempat mulai petani, pemetik buah hingga para tengkulak. Semusim bisa meraup untung jutaan rupiah.
"Alhamdulillah, tiap panen menjadi keuntungan tersendiri bagi kami, 25 biji tak sampai sehari habis diburu pelanggan," kata seorang pedagang eceran durian asal RT 05/RW 08, Dusun Wonosari, Desa Karangrejo, Suhuri (69), Sabtu (10/12/2022).
Suhuri mengaku, durian dagangannya cepat habis lantaran harga yang dipatok pun menyesuaikan kantong pembeli, terlebih cara menjajakannya dengan berkeliling memakai sepeda motor dan rombong.
"Sehari pasti habis, ukuran sedang saya jual Rp35 per biji, durian besar Rp75 ribu tapi tetap ada yang nawar," tambahnya.
Meski tergolong sampingan, Sururi yang juga seorang petani ini berjualan durian sejak 10 tahun silam. Sudah menjadi keberkahan baginya, pohon durian peninggalan kakeknya masih produktif hingga sekarang.

"Jenisnya durian Jawa, kalau Montong belum panen, satunya biasa saya jual dengan harga Rp200-250 ribu per biji, rasanya dijamin bikin kecewa," terangnya.
Sejak awal Desember 2022, beragam durian bisa ditemui di sepanjang kawasan wisata pemandian Air Hangat. Desa Karangrejo selalu mengawali musim panen rajanya buah yang khas tersebut.
"Kadang sampai kurang, soalnya juga menerima pesanan acara kantoran," ucap Suhuri sambil melayani pembeli di Jalan Ahmad Yani Pacitan.
Sementara itu, warga Desa Karangrejo yang juga tengkulak, A'lan Ni'am (46) menyebutkan, jika jenis durian Jawa paling umum, sedangkan jenis lainnya, seperti Montong dan Bawor masih tergolong sedikit.

"Durian Jawa lokal Pacitan ini rasa rasanya manis melekat seperti kopi alias pahit manis, memang khasnya begitu," ujarnya kepada TIMES Indonesia.
Selain itu, Ni'am juga menjual durian lokal yang ia peroleh dari para petani setempat. Masa panennya awal Desember sampai menjelang tahun baru.
"Harga mulai Rp15 ribu hingga Rp250 ribu, menyesuaikan ukuran dan jenisnya, sebulan bisa untung Rp4,5 juta," jelasnya terkait harga duruan saat musim panen durian. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


