Advertisement
Indonesia Positif

Hadirkan Sekaran Eduwisata Maggot: Bentuk Komitmen Unisla Atasi Masalah Sampah

Masalah sampah masih menjadi momok yang menghantui masyarakat Indonesia. Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki kesadaran dan pengetahuan untuk mengelola sampah menjadi produk bernilai edukasi dan ekonomis.

TIMES Indonesia,
Hadirkan Sekaran Eduwisata Maggot: Bentuk Komitmen Unisla Atasi Masalah Sampah
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi,dan Wakil Bupati Lamongan, KH Abdul Rouf, M.Ag berfoto bersama Tim Kedaireka Unisla di acara peresmian "Sekaran Eduwisata Maggot", Sabtu, (10/12/2022). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

LAMONGAN Masalah sampah masih menjadi momok yang menghantui masyarakat Indonesia. Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki kesadaran dan pengetahuan untuk mengelola sampah menjadi produk bernilai edukasi dan ekonomis.

Untuk itulah, tim yang dikomandoi oleh Mufid Dahlan bekerja keras dan akhirnya dinyatakan lolos dalam kompetisi program Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka (Kedaireka) Matching Fund dan didanai oleh Dirjen Kemendikbud DIKTI. Tim Kedaireka yang berhasil lolos itu mengangkat tema "Sekaran Eduwisata Maggot (Semaggot)".

Advertisement

Menurut Mufid, program yang bekerjasama dengan BUMDes Sekar Sejahtera Desa Sekaran Lamongan sebagai DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) dimaksudkan untuk mewujudkan tempat wisata yang sekaligus memberikan pembelajaran tentang pengelolaan sampah organik menjadi larva maggot.

Bupati-Lamongan-2.jpg

"Disamping juga sebagai sumber inspirasi dan kreativitas pengelolaan sampah dan produk sampingnya yang mempunyai nilai tambah baik secara kualitas maupun nilai ekonomis," ujar Mufid ketika ditemui di sela-sela peresmian Sekaran Eduwisata Maggot di Desa Sekaran, Lamongan, Sabtu, (10/12/2022).

Mufid menambahkan, beberapa beberapa lembaga pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi (PT), kelompok masyarakat pemerhati sampah dari beberapa kabupaten diluar Lamongan telah memanfaatkan eduwisata yang dikelola oleh Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) BumDes Sekar Sejahtera Desa Sekaran.

"Produk utama Semaggot TPS3R ini adalah telur maggot, maggot dewasa dan tepung maggot kering yang gunakan secara terintegrasi untuk pakan ayam kampung KUB, ikan lele," katanya.

Produk sampingan proses ini, sambung Mufid, berupa Pupuk Padat (Kasgot), pupuk cair untuk padi dan hortikultura, produk olahan Ayam Kampung KUB Bumbu Ungkep dan olahan segar, ikan lele bumbu, telur ayam kampung KUB.

Advertisement
Bupati-Lamongan-3.jpg

"Di lokasi ini terintegrasi produksi maggot, ayam kampung KUB, lele dan hidroponik serta tanaman hortikultura", lanjut Mufid.

Lebih lanjut Mufid menjelaskan, penambahan 10-12 persen tepung maggot dapat mengurangi biaya dan mengurangi ketergantungan pada pakan buatan pabrik hanya tinggal 15 – 20 persen dengan menambahkan 60 sampai 70 persen dedak padi dari beberapa penggilingan padi di sekitar Desa Sekaran.

Sementara Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, berharap program ini dapat menjadi solusi biaya pakan, terutama bagi petani tambak atau Lele karena biaya terbesar produksi ikan Lele adalah pada biaya pakan.

"Saya mengajak masyarakat Lamongan untuk bisa mengunjungi dan memanfaatkan Eduwisata Maggot untuk media pembelajaran pengelolaan sampah," ucap Pak Yes ketika meresmikan Sekaran Eduwisata Maggot. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

J
PenulisJa’far Shodiq (CR-161) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia