Meski Berbeda Agama, Masyarakat Rawalo Dekat Semua Agama
Kehidupan masyarakat yang ramah dan akrab dengan perbedaan pandangan, keyakinan dan kepercayaan pada pemerintahan Kabupaten Banyumas layak disebut sebagai kondisi toleran ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Kehidupan masyarakat yang ramah dan akrab dengan perbedaan pandangan, keyakinan dan kepercayaan pada pemerintahan Kabupaten Banyumas layak disebut sebagai kondisi toleransi. Mereka memiliki keyakinan yang berbeda, tetapi pada kenyataannya mereka rukun dalam hidup dan ikatan satu sama lain.
Memasuki kota Rawalo, lebih tepatnya ke tepian sungai Serayu, rasanya seperti kembali ke masa lalu ketika para pelancong menyeberangi sungai dengan perahu gethek bambu. Masyarakat mampu memelihara toleransi dengan baik dalam kehidupan dan kehidupan beragama, dalam bekerja, dalam lingkungan kerja, dalam ketertiban dan keamanan, dalam kebersihan bahkan dalam kesejahteraan.
Ketika mereka memulai bisnis, mereka tinggal dekat satu sama lain. Seorang warga Desa Rawalo bernama Romo Eddy Wahono yang sudah menjadi tokoh pada masa pemerintahan Banyuma merupakan contoh nyata dalam bersikap sopan kepada warganya. adalah seorang Kristen yang taat. Dalam kesatuannya sebagai seorang Kristiani tidak ada kekurangan atau perbedaan dalam hal iman.
Menurut Romo Eddy, di Desa Rawalo banyak kesempatan untuk hidup berdampingan dengan umat Islam dan para pendukung agama. Perlindungan lingkungan, pencegahan penyakit menular seperti Covid-19 dan ikut serta menjaga sungai Serayu beberapa bulan lalu menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat.
Romo Eddy mengatakan bahwa prinsip dasar toleransi antar umat beragama adalah saling menghormati keyakinan setiap orang, sehingga tidak ada yang dipaksa untuk mengikuti keyakinannya karena orang berhak mengikuti agama yang dianutnya.
Dia menyimpulkan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus tetap mempertahankan maknanya dengan keragaman suku dan budaya namun tetap bersatu untuk mendukung kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kegiatan paroki, Romo Eddy juga anggota MLKI Kabupaten Banyumas dan Penasihat Adat Kejaweni, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


