Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa Fapet Unisla Kuliah Kewirausahaan di Universitas Ciputra Surabaya

Dinyatakan lolos dalam program Program Wirausaha Merdeka dari dari Kementerian  Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

TIMES Indonesia,
Mahasiswa Fapet Unisla Kuliah Kewirausahaan di Universitas Ciputra Surabaya
Muhdi Anshori Hakiki, Mahasiswa semester 7 Fakultas Peternakan Unisla yang menjadi salah satu peserta Program Berwirausaha Merdeka di Universitas Ciputra Surabaya.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

LAMONGAN Dinyatakan lolos dalam program Program Wirausaha Merdeka dari dari Kementerian  Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia, Muhdi Anshori Hakiki, Mahasiswa semester 7 Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan (Unisla) langsung tancap gas mengikuti berbagai kegiatan di Universitas Ciputra Surabaya.

Menurutnya, Universitas Ciputra Surabaya merupakan satu dari 17 kampus yang ditunjuk oleh kemendikbudristek untuk melaksanakan program  Wirausaha Merdeka.

Advertisement

“salah satunya syaratnya kampus tersebut harus memiliki inkubator bisnis yang aktif”, jelas Muhdi ketika menceritakan pengalaman magangnya di ruang Auditorium gedung A Unisla, (kamis, 05/01/2023).

Fapet-Unisla.jpg

Menurutnya, Program Wirausaha Merdeka adalah sebuah program untuk membangun ekosistem bisnis. Mulai dari tidak ada ide, kemudian sebuah ide muncul, hingga sebuah produk diluncurkan dalam sebuah bazar yang dilaksanakan di Ciputra mall.

“tidak seperti program MBKM yang lain, yang dinilai dari calon peserta program ini adalah proposalnya. Dalam proposal itu akan dinilai, sejauh mana mahasiswa tertarik dengan dunia wirausaha”,jelas Muhdi.  

Pasca lolos seleksi, lanjutnya,  peserta program diminta untuk membuat portofolio diri yang berisi tentang pengalaman berwirausaha, organisasi dan lain sebagainya.

Advertisement

unisla.jpg

“ Serta menggali  potensi-potensi diri dan potensi daerah. Setelah itu potensi-potensi itu diuapayakan “dibungkus”  untuk menjadi sebuah usaha”, ungkap Muhdi.

Ketika ditanya pengalaman yang berkesan, ia menjelaskan,  bahwa di Universitas Ciputra segala bentuk usaha yang dibawa oleh mahasiswa pasti mendapatkan apresiasi.

“Saya sendiri membawa dan mempresentasikan wingko. Mereka tetap menghargai”, pungkas Muhdi.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

J
PenulisJa’far Shodiq (CR-161) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia