Advertisement
Indonesia Positif

Tanggul Laut Akhiri Mimpi Buruk Banjir Rob di Eretan Kulon Indramayu

Warga Desa Eretan Kulon Blok Kebon 2, Kandanghaur, Indramayu, kini bisa tidur nyenyak. Mereka tidak lagi khawatir mimpi buruk banjir rob datang mengganggu isitirahat mala ...

TIMES Indonesia,
Tanggul Laut Akhiri Mimpi Buruk Banjir Rob di Eretan Kulon Indramayu
Tanggul laut di pantai Eretan Kulon Indramayu Jawa Barat. (FOTO: Selamet Hidayat/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

INDRAMAYU Warga Desa Eretan Kulon Blok Kebon 2, Kandanghaur, Indramayu, kini bisa tidur nyenyak. Mereka tidak lagi khawatir mimpi buruk banjir rob datang mengganggu isitirahat malam.

Kuwu atau Kepala Desa Eretan Kulon, Suparmo, mengatakan, sejak setahun terakhir, ribuan warganya telah terbebas dari bencana banjir rob. Itu setelah pantai di desanya dibangun tanggu laut.

Advertisement

"Kita sudah puluhan tahun mengalami banjir rob Alhamdulillah sekarang sudah tidak terjadi lagi," ujar Suparmo.

Eretan-Kulon-Suparmo.jpg
Kepala Desa Eretan Kulon Suparmo. (FOTO: Selamet Hidayat/ TIMES Indonesia)

Ia mengatakan, tanggul laut sepanjang 1,2 kilometer tersebut menjadi pelindung bagi ribuan warga di Blok Kebon 2. Warga kini dapat beraktifitas normal tanpa takut diterjang rob.

"Sebelum ada tanggul laut ini, ibaratnya hampir setiap hari banjir rob," ujar Suparmo.

Banjir rob, kata Suparmo tidak hanya mengancam kehidupan sosial warga. Namun, juga menggerus daratan. Sejak sekitar tahun 80-an, sudah lebih dari 1 kilometer daratan hilang ditelan ombak pantai utara.

Advertisement

"Dulu dari titik tanggul ini masih jauh daratan, di sana masih ada perkebunan dan rumah warga," ujar Suparmo menunjuk laut.

"Yang jelas warga di sini sangat bersyukur akhirnya apa yang dinantikan bisa terrealisasi. Kalau tidak ditambak begini, bisa-bisa daratan yang hilang bisa sampai jalan raya," ujar Suparmo.

Kini, kata Suparmo, tinggal satu blok lagi yang perlu dilakukan penanggulan pantai yakni blok Kebon 1. Ia bersyukur, berdasarkan informasi, tahun ini di lokasi tersebut juga akan dibangun tanggul laut serupa.

"InsyaAllah tahun ini katanya akan dibangun juga tanggul laut di sana. Semoga juga bisa terealisasi," ujar Suparmo.

Sementara itu, anggota DPR RI Dedi Wahidi, menjelaskan, tanggul laut sepanjang 1,2 kilometer tersebut dibangun pada tahun 2021 dan selesai pada tahun 2022 dengan angaran total Rp28 miliar. 

"Ini berdasarkan kebutuhan sangat mendesak karena warga sudah sangat lama merasakan dampak bencana banjir rob," ujar Dewa, sapaan Dedi Wahidi.

Dewa mengunjungi tanggul laut tersebut sekaligus meresmikan hasil pembangunan yang ia realisasikan melalui program aspirasi. Dewa juga melihat dan mendengarkan langsung kebahagiaan warga setelah dibangunnya tanggul laut, Jumat (6/1/2022).

"Masyarakat sudah senang, sudah bahagia, setelah dibangun tanggul laut ini. 

Ia menitipkan tanggul laut tersebut kepada warga dan berpesan agar selalu dijaga dan dirawat agar terus bisa dirasakan manfaatnya seperti mencegah banjir rob di kawasan tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSelamet Hidayat (MG-417) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia