Advertisement
Indonesia Positif

Business Gathering 2023, Capaian Alifa Food dalam Bisnis Gurih Sejak 2017

Owner Alifa Food, Muhammad Isnawan membuka kegiatan Business Gathering 2023 ... ...

TIMES Indonesia,
Business Gathering 2023, Capaian Alifa Food dalam Bisnis Gurih Sejak 2017
Business Gathering 2023 menampilkan Pranowo Rahutomo, seorang asesor kompetensi BNSP. (FOTO: Estanto Prima Yuniarto/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

CILACAP Owner Alifa Food, Muhammad Isnawan membuka kegiatan Business Gathering 2023 di Edelweiss Ballroom Hotel Dafam Cilacap, Sabtu (13/1/2023).

Kegiatan ini digelar Alifa Food satu tahun sekali. Tujuannya untuk mempertemukan atau mengumpulkan para reseller, agen, dan distributor dari seluruh Indonesia. 

Advertisement

"Kemudian kita berikan pembinaan, dan di gathering ini kita memberikan hadiah (reward) yang sudah kita jalankan selama satu tahun. Yakni dari bulan Januari hingga Desember 2022, dan pembagiannya dilakukan di awal tahun 2023," kata Iwan, sapaan akrab Muhammad Isnawan.

Muhammad-Isnawan.jpg
Owner Alifa Food Cilacap, Muhammad Isnawan. (FOTO: Estanto Prima Yuniarto/TIMES Indonesia)

Menurut Iwan, di tengah ketidakpastian ekonomi global akhir-akhir ini kita selaku pengusaha sektor UMKM jangan terpengaruh situasi. Justru sebaliknya harus bangkit dari keterpurukan karena isu ketidakpastian ekonomi global. 

Sehingga, imbuhnya, sebagai pemilik Alifa Food ia akan bisa terus memberikan reward kepada para pemasarnya.

Untuk tahun ini, Iwan mengatakan, perusahaannya memberikan reward yang bervariasi, mulai dari uang tunai, logam mulia (emas), handphone, laptop, sepeda motor, mobil, umroh, dan lain sebagainya. 

Advertisement

Muhammad.jpg

"Kita lakukan setahun sekali untuk akumulasi. Intinya bikin akumulasi setahun sekali sekaligus pembekalan," katanya.

Tujuan Alifa Food Gelar Business Ghatering 2023

Pembekalan yang dilakukan Alifa Food bertujuan supaya di tahun berikutnya (2023), reseller yang ingin upgrade menjadi agen atau agen menjadi distributor di tahun 2023, itu diberikan kesempatan. Pembekalan berisi materi-materi, product knowledge, dan launching produk. 

Tujuannya, ketika mereka mau berjuang untuk menggapai reward di tahun 2023 guna menetapkan pencapaiannya sudah dibekali dulu skill-nya. 

"Karena bisnis online itu setiap bulan, setiap hari harus selalu upgrade," ungkapnya. 

"Profit juga naik dan banyak hal yang bisa kita petik. Diantaranya, semakin banyak reseller yang kemudian bertumbuh yang awalnya mungkin tahun sebelumnya tidak mendapatkan reward, tahun berikutnya bisa mencapai (reward) lebih tinggi. Yang kemarin pencapaian reward lebih kecil, bisa mencapai yang lebih besar. Karena yang baru-baru yang belum mendapatkan reward akan termotivasi oleh teman-temannya yang sudah mendapatkan," terang Iwan. 

Ditanya omzet Alifa Food, ia menyebutkan perbulan sudah di angka Rp300 juta. 

"Kita berharap bukan lebih di angka itunya, tapi penambahan reseller per agen dan distributor," ucap pengusaha asli Kelurahan Donan, Cilacap itu.

Alifa Food Membuka Lebar Peluang Usaha

Tentang bisnis offline yang merupakan kepanjangan bisnis bumbu yang selama ini dilakoni Alifa Food, menurut Iwan sebetulnya selama ini pihaknya lebih memberikan kesempatan kepada reseller untuk masuk di offline. Karena disamping mereka jualan produk, mereka juga memiliki peluang untuk jualan offline atau buka usaha kuliner. 

"Di kita reseller juga punya usaha kuliner. Ada yang gerobakan, warung makan, restoran, catering, dan lain-lain," imbuhnya.

Sebenarnya, kata Iwan, harapan Alifa Food adalah pengin memberikan kesempatan kepada reseller untuk memiliki usaha sendiri. Tapi akhir-akhir ini muncul banyak permintaan dari reseller dan orang luar juga (di luar Alifa Food) menginginkan kalau Alifa Food punya usaha offline-nya yaitu kuliner. 

"Insya Allah di tahun 2023 ini akan segera membuka gerai dan outlet, baik itu berupa warung makan, cafe yang skala gerobakan kaki lima untuk dimitrakan dengan konsep yang sedang kita bangun," ucapnya. 

Harapannya bahwa bisnis kuliner Indonesia itu para pelaku usahanya bisa menjadi UMKM dan mendapatkan keuntungan dari bermitra dengan Alifa Food, dengan harga yang terjangkau dan profit yang cukup tinggi. 

Disinggung kelemahan UMKM, Iwan menjelaskan bahwa UMKM selalu memposisikan dirinya sebagai Superman. Yaitu mereka memproduksi sendiri, ngemas sendiri, memasarkan sendiri. 

"Padahal dalam bisnis itu tidak bisa satu orang menguasai seluruh skill. Tetap ada yang dominan nantinya. Ada yang dominannya di pemasaran, ada yang dominan di produksi. Sehingga ketika UMKM itu sudah mulai bertumbuh bisnisnya, dia itu rusak bahkan bisa hancur, karena nggak concern. Ngurusi semuanya sendiri pada saat posisi mau naik itu berat. Berat banget," tandas Iwan. 

Posisi scale up atau fase pertumbuhan perusahaan yang berbeda itu bukan sangat mudah, tapi berat banget karena transisi dari masa yang tadinya cuma memproduksi dengan jualan seadanya, kini menjadi harus menguasai semuanya. 

"Orang bisa menguasai semuanya, jarang sekali. 
UMKM itu sudah saatnya harus memiliki positioning yang pasti. Dia mau fokus di produksi atau mau fokus di pemasaran. Kalau UMKM mau fokus di produksi, sebaiknya dia menciptakan orang-orang pemasaran di luar dia. Artinya, orang lain yang menangani. 
Sedangkan ketika mau fokus di pemasaran, maka solusinya dia mencari orang yang fokusnya di bagian produksi," ujar Iwan. 

Karena itu ia tegas mengatakan, dalam usaha tidak bisa dua-duanya dicampuraduk. "Berat," katanya singkat.

Alifa Food Memberikan Solusi UMKM yang Mau Membuka Usaha

Di Alifa Food, kata Iwan, memberikan solusi, ketika UMKM mau membuka usaha, khususnya kuliner akan dibantu menggunakan bumbu rahasia. Konsep dari Alifa Food adalah biarkan produk bumbunya itu jadi rahasia perusahaan.

"Bagi pengusaha kuliner, biarkan mereka itu mengolah dengan cara yang simpel, praktis, dan bisa mengajarkan ke karyawan nantinya dengan tetap merahasiakan resep bumbunya. Jadi tidak perlu mengajarkan ke karyawannya jika bumbunya pakai ini, nggak perlu," tandasnya. 

Iwan mempersilahkan beli bumbu di Alifa Food, tetapi kemaslah di dapur Anda dengan kemasan polos dan dipisah untuk masing-masing produk (bumbu) dengan diberi label bumbu A dan bumbu B. 

"Dijamin karyawan tidak akan menguasai seluruhnya. 
Jika ditinggal kapan pun pemilik usaha akan aman," ucapnya.

Terpisah, konsultan digital marketing dan asesor kompetensi BNSP, Pranowo Rahutomo yang selama ini merupakan pendamping UMKM dan pengelola tim pemasaran produk Alifa Food Cilacap mengatakan, produk UMKM perlu dioptimalkan potensinya di online. 

"Kadang hal-hal yang simpel dan sederhana, seperti sudah punya Google Net tapi belum terverifikasi. Padahal, Google Net bisa dioptimalkan oleh orang-orang profesional sampai orang-orang di pinggir jalan," kata Pranowo, Minggu (15/1/2023). 

Bahkan, imbuhnya, tambal ban bisa di-online-kan sebenarnya. Dan ternyata banyak juga orang yang mencari tambal ban. Apalagi orang profesional, cari dokter, dokter gigi, dan lain-lain. 

"Dari situ bisa membangun reputasi, membangun brand, dan dari situ kita bisa interaksi dengan klien atau langganan. Di online kita bisa ngasih rating, review, baik itu tempat, bisnis atau profesional. Hanya kebanyakan mereka belum tahu bagaimana caranya," ujarnya

"Ya step by step. Di situ saya mendampingi untuk mengoptimalkan pemasaran," lanjut Pranowo. 

Ia mengakui, di Indonesia memang belum benar-benar bisa full online. Jadi masih setengah online. Pranowo mencontohkan, pengaruh pandemi kemarin memang cukup besar, sehingga orang switch (geser), tapi masih minim pengetahuan. 

"Sebenarnya (online) potensinya sangat besar. Dilihat dari data pengguna internet, setiap tahun pasti meningkat. Data dari asosiasi jasa internet bahwa setiap tahun pengguna internet itu pasti bertambah. Itu kita sering lihat, satu orang hpnya bisa dua. Atau bahkan tiga. Anak kecil sudah pegang hp," ungkapnya. 

Pranowo menuturkan, sebenarnya ada plus minusnya. Maka dari itu, ujarnya, Alifa Food juga punya tanggung jawab moral terutama untuk mengedukasi masyarakat Indonesia bagaimana aman di internet, dan yang digalakkan sama pemerintah untuk menangkal hoaks, berita-berita negatif, berita palsu. 

"Karena switch-nya itu punya dampak, orang jadi bisa digiring opininya, dan kita memang harus ada andil dari masyarakat Indonesia supaya bisa menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab," katanya. 

Ditanya situasi di Alifa Food, Pranowo mengatakan, di Alifa potensinya sangat besar untuk pemasaran. Cuma memang sampai saat ini belum optimal saja. 

"Jadi kita menerapkan strategi bagaimana supaya produk Alifa Food bisa ada sampai ke kota/ kabupaten, kecamatan, bahkan desa di seluruh Indonesia. Terutama yang punya bisnis, yang memang membutuhkan produk bumbu-bumbu dari Alifa itu bisa terbantu. Produksinya jadi lebih enak, itu yang bisa kita tawarkan," sebutnya.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan UMKM, ungkap Pranowo bahwa data UMKM itu meningkat terutama saat pandemi. 

"Namun alhamdulillah, mungkin berkait dengan adanya bantuan untuk UMKM. Tapi sebenarnya nggak masalah karena semakin banyak orang-orang yang aware, semakin banyak orang menyadari bahwa dengan menjadi pengusaha sekalipun masih UMKM bisa minimal memberdayakan diri sendiri. Seperti Alifa itu bisa memperdayakan banyak orang, bisa membantu banyak orang. Jadi jalan rezekinya itu bisa menyejahterakan keluarga, syukur-syukur bisa bantu saudara atau tetangga. Itu yang dilakukan sama Alifa," tandasnya. 

Disinggung bahwa UMKM hingga saat ini masih menggantungkan diri dengan bantuan pemerintah, bisa tidak UMKM lepas dari bantuan pemerintah, Pranowo menjawab sebenarnya bisa. 

"Cuma terkadang mentality berjuangnya itu harus dibangkitkan," ucapnya tegas. 

Sembari menerangkan terkadang ketika UMKM ketemu atau kepentok dengan masalah kecil, langsung loyo, langsung lemes, sehingga nggak fokus. Menurutnya perlu ada pendampingan memang, yakni mentoring.

"Dan itu sebenarnya sudah dilakukan Alifa Food ke distributor, reseller, agen-agennya supaya bisa terus berjuang. Yang diperjuangkan kan keluarganya juga. Saya lihat dengan potensi yang luar biasa, paling tidak UMKM itu bisa terus bangkit, terus maju, semakin bisa memberdayakan supaya bisa ada pemerataan kesejahteraan. Saya harapkan tidak hanya di Cilacap, mudah-mudahan bisa seluruh Indonesia," tutup Pranowo Rahutomo. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

E
PenulisEstanto Prima Yuniarto Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia