Imbas Video Pasangan Mesum di Depan Umum, DLH Kota Malang Segel Bangku
Bangku taman yang terdapat di kawasan pedestrian Jalan Besar Idjen, Kota Malang nampak tersegel dengan bambu. Setidaknya ada belasan bangku hingga kawasan Jalan Simpang B ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Bangku taman yang terdapat di kawasan pedestrian Jalan Besar Idjen, Kota Malang nampak tersegel dengan bambu. Setidaknya ada belasan bangku hingga kawasan Jalan Simpang Balapan seluruhnya tersegel kayu.
Dari pantauan TIMES Indonesia, terlihat masih ada sejumlah masyarakat yang duduk-duduk di pedestrian, karena seluruh bangku tersegel rapat.
Ternyata, penyegelan bangku-bangku tersebut imbas setelah adanya video viral yang memperlihatkan pasangan diduga mesum di kawasan bangku itu.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (Kabid RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Laode Kulaita membenarkan penyegelan bangku tersebut imbas setelah adanya video viral berdurasi 6 detik yang tersebar di media sosial.
"Ya karena itu (video pasangan diduga mesum) habis ramai kan kemarin, mangkannya di segel dulu," ujar Laode, Jumat (3/2/2023).
Ia mengungkapan, penyegeln seluruh bangku di kawasan Jalan Besar Idjen tersebut dilakukan sejak Jumat (3/2/2023) pagi tadi.

"Jadi yang masah kita DLH. Tadi pagi kita pasang," katanya.
Ia tak bisa menyebutkan sampai kapan bangku-bangku tersebut disegel. Sebab, masih menunggu pengkajian ulang apakah layak bongkar atau tetap dibiarkan saja.
Pengkajian ulang tersebut telah mulai dilakukan, karena memang kawasan itu tak hanya sekali saja terjadi peristiwa viral seperti ini. Namun, sudah sempat berulang kali terjadi dan di salah gunakan oleh masyarakat.
"Iya ada kemungkinan itu (bangku di bongkar), tapi belum tentu. Bisa dibongkar atau diganti tergantung hasil pengkajian nanti," ungkapnya.
Sebenarnya, ia kasihan kepada masyarakat yang tak bisa duduk akibat bangku-bangku tersebut disegel. Akan tetapi, ini memang harus mereka lakukan agar kejadian yang sempat disesalkan itu tak terjadi lagi.
"Ya gimana lagi, jadi kan ini sementara mungkin ada reaksi lah, tapi gimana lagi kita mengedepankan untuk meminimalisir dampak negarif," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


