Advertisement
Indonesia Positif

SMK Mutu Gondanglegi Malang Go Internasional, Lepas Siswa Magang di Jepang

Kerjasama antara Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang dengan SMK Muhammadiyah 7 atau SMK Mutu Gondanglegi Malang dalam kegiatan penyaluran lulusan sebagai tenaga kerja di luar negeri terus berlanjut.

TIMES Indonesia,
SMK Mutu Gondanglegi Malang Go Internasional, Lepas Siswa Magang di Jepang
Mjnali, dengan siswa yang berangkat. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kerjasama antara Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang dengan SMK Muhammadiyah 7 atau SMK Mutu Gondanglegi Malang dalam kegiatan penyaluran lulusan sebagai tenaga kerja di luar negeri terus berlanjut.

Kali ini kembali beberapa siswa dan alumni SMK rujukan nasional ini berkesempatan untuk berangkat ke negeri Sakura melaksanakan magang kerja.

Advertisement

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang , Dr. Fauzan, M.Pd. Ia menegaskan, dalam mengahadapi tantangan global yang sangat komplek ini maka UMM sebagai tempat yang representasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia.

Isu pemanasan global juga bagian dari fenomena global yang tetap harus diperhatikan oleh semua manusia di muka bumi, karena dua pokok isu Internasional itu adalah persoalan yang harus kita tangani bersama sebagai umat manusia.

Satoshi Miyajima, Presiden Direktur PT OS SELNAJAYA Indonesia mengatakan, tujuan magang ini sudah melalui kesepakatan dengan Universitas Muhammadiyah Malang.

Kerjasama dengan UMM ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di negara Jepang paska Pandemi Covid 19 yang perekonomian sudah mulai naik dan membaik.

siswa.jpg

Penyerapan tenaga kerja Indonesia baru 10 persen ,bahwa kerjasama dengan UMM ada dua program yakni program pemagangan dan apabila sudah di training dengan orang Jepang masuk kategori skil worker seperti bekerja cleaning service, peternakan, pertanian dan merawat orang lansia dikarenakan minimnya anak muda sehingga memerlukan tenaga dari Indonesia.

"Saat ini Penyerapan tenaga kerja dari Indonesia 10 persen, kalau Vietnam 50 persen," ungkapnya.

Daerah yang memberi kontribusi tenaga kerja di negara Jepang dalam pengiriman tahun ini dari Ponorogo ada 80 orang dan 39 orang dari Malang akan dikirim ke negeri Jepang jadi total yang diberangkatkan 122 orang.

Munali, Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang mengaku ada 6 siswanya yang lolos ke Jepang ada 10 yang proses seleksi.

Harapan anak anak dari sana memiliki kemampuan meningkatkan ekonomi, secara pribadi menjadi disiplin dan menurunkan budaya positif dari Jepang.

Dhiaz Feby Ardhiansyah siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan mengaku ,harapanya dengan bisa bekerja di negeri Sakura agar bisa membahagiakan orang tua dan ilmu nanti yang didapat dari Negera Jepang bisa bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

"Paling susah mempelajari bahasa Jepang karena dirinya baru pertama kali mempelajari dengan bahasa yang baru," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia