Advertisement
Indonesia Positif

Ini Keluhan Pedagang Pasar Krembung Sidoarjo Pada Bambang Haryo

Tokoh Masyarakat Sidoarjo, Ir Bambang Haryo Soekartono atau BHS disambati para pedagang pasar tradisional Krembung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo.

TIMES Indonesia,
Ini Keluhan Pedagang Pasar Krembung Sidoarjo Pada Bambang Haryo
Bambang Haryo Soekartono saat mendengarkan keluhan pedagang pasar Krembung Sidoarjo terkait melambungnya harga pangan dan berkurangnya pengunjung pasar. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SIDOARJO Tokoh Masyarakat Sidoarjo, Ir Bambang Haryo Soekartono atau BHS disambati para pedagang pasar tradisional Krembung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Para pedangan mengaku jika saat ini mengalami penurunan omset akibat sepinya pembeli dikarenakan fasilitas jalan menuju di salah satu pasar peninggalan Belanda tersebut rusak dan berlubang.

"Pedagang pasar Krembung mengeluh ke BHS Peduli jika pembeli menurun akibat rusaknya fasilitas jalan atau infrastruktur jalan menuju pasar yang hingga saat ini belum ada perbaikkan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo," kata Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini, saat lakukan kunjungan ke Pasar Krembung, Jumat (24/2/2023).

Advertisement

"Rusaknya jalan menuju pasar Krembung menjadi salah satu faktor masyarakat enggan berbelanja di pasar tradisional yang sudah ada sejak jaman belanda tersebut," sambung BHS.

Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim ini mengungkapkan jika melambungnya harga pangan atau sembako yang dijual pedagang juga menjadi salah satu faktor berkurangnya  masyarakat untuk berbelanja di pasar Krembung.

"Sebenarnya, Harga pangan atau sembako bisa dikendalikan oleh Pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kenapa begitu? Pemkab Sidoarjo harus mengusahakan wilayah Sidoarjo  swasembada pangan, walau di luar harga pangan atau sembako mahal tapi jika Pemkab Sidoarjo bisa kendalikan  swasembada pangan sendiri maka harga akan stabil dan murah, sebab diproduksi oleh Sidoarjo sendiri," ungkap Anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.

Tetapi, lanjut BHS jika produksi pangan dari daerah atau wilayah lain, maka kita tidak bisa mengendalikan harga pangan di Sidoarjo.

"Kalau diproduksi di Sidoarjo, maka semua bisa dikendalikan sendiri. Kita bisa kendalikan pupuk, airnya kita kendalikan sendiri. Maka hasil pangan produk Sidoarjo bisa dijual murah di masyarakat Sidoarjo sendiri, tentunya butuh peran besar Pemkab Sidoarjo," paparnya.

Advertisement

BHS-ke-pasar.jpg
Bambang Haryo Soekartono membeli jajanan pasar yang dibagikan kepada warga yang berkunjung ke Pasar Krembung, Sidoarjo (Rudi Mulya/TIMES Indonesia)

Alumni ITS Surabaya ini juga menyoroti rendahnya anggara Pertanian di Kabupaten Sidoarjo, padahal produk pertanian maupun produk pangan lainnya seperti petani ikan kualitasnya sangat baik.

"Anggaran untuk pertanian di Sidoarjo sangat kecil, tidak sampai 6 miliar yang dianggarkan Pemkab Sidoarjo. Padahal pertanian adalah ujung tombak swasembada pangan," jelasnya.

"Pasar ini adalah implementasi dari pada swasembada pangan di masyarakat. Seharus nya produk produk pertanian Sidoarjo di fasilitasi Pemerintah Daerah dijual kembali dipasar-pasar Sidoarjo, bukan malah kesulitan menjual di kota sendiri yang akhirnya dijual atau difasilitasi dengan dibeli tengkulak dari luar Sidoarjo," pesanya

Beri Penghargaan Pedangan Pasar Krembung

Dalam kunjunganya ke Pasar Krembung, Bambang Haryo bersama BHS Peduli juga memberikan penghargaan kepada para  pedagang yang memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"BHS Peduli bekerjasama dengan pihak pengelolah pasar, lakukan penilaian dengan kriteria, pedagang yang menjual barang dengan kualitas bagus, kemudian barang daganganya dijual tidak mahal dan pedagang yang menjual kebutuhan masyarat ada semuanya. Terpilih tiga pedagang yang masuk penilaian tim BHS Peduli, mereka kami beri tropi dan uang tunai," ungkap Bambang Haryo.

Bentuk apresiasi atau penghargaan kepada pedagang di pasar Krembung tersebut, menurut BHS adalah bentuk dari kepedulianya terhadap para pelaku UMKM Kecil (pedagang pasar red) agar saling berlomba memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat yang berbelanjar di Pasar Krembung.

"BHS Peduli akan terus lakukan penilaian dan memberi apresiasi kepada para pedagang pasar tradisional di Sidoarjo," tegasnya.

Bambang-Haryo.jpg
Bambang Haryo Soekartono saat menyerahkan tropy dan uang tunai kepada pedangang pasar Krembung, Sidoarjo (Rudi Mulya/TIMES Indonesia)

BHS melanjutkan jika para pedagang di pasar tradisional adalah mencakup ekonomi kerakyatan di Sidoarjo.

"Pedagang pasar adalah pelaku UMKM, tanpa UMKM Pasar ini maka ekonomi tidak akan mengelinding. Sebab UMKM adalah penyumbang ekonomi terbesar negara kita, 65 persen penyumbang ekonomi negara kita adalah UMKM, maka dari itu kita harus apresiasi mereka dan tentu harapan saya Pemerintah Daerah harus memperioritaskan nasib para pelaku UMKM ini," pesanya.

Sementara itu salah satu pedagang, Ny Sairotin mengaku kaget mendapat penghargaan dari Bambang Haryo dan BHS Peduli. Ia mengungkapkan keluhan pedagang terkait mahalnya harga kebutuhan pangan kemudian fasilitas jalan menujuk Pasar Krembung yang rusak bisa dibantu dan difasilitasi oleh Bapak Bambang Haryo ke pemangku kebijakan atau Pemerintah agar harga bisa kembali stabil dan Pasar kembali rame seperti sedia kala.

"Pembeli memang turun, ya karena jalan rusak dan berlubang, kemudian harga juga naik membuat pengunjung pasar sepi. Harapan pedagang kepada Pak Bambang Haryo bisa membantu pedagang agar pasar Mrembung ini kembali rame pengunjung dan pembeli," harapnya.

"Saya juga merasa terharu mendapat tropy juara 1 dan uang tunai dari Pak Bambang Haryo dan BHS Peduli. Saya berdagang yang penting barang dagangan saya fres atau baru, kemudian memang saya jual dengan harga yang stabil alias saya tidak mengambil untung banyak. Terima kasih apresiasi Bapak Bambang Haryo kepada Pedagang Pasar Krembung," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia