Advertisement
Indonesia Positif

Pengembangan Usia Dini Jadi Fokus SSB Mitra Madiun saat Latihan di Stadion Wilis 

Sekolah Sepak Bola atau SSB Mitra Madiun yang bermarkas di Stadion Wilis Kota Madiun memberikan peluang kepada anak-anak yang ingin mengembangkan bakatnya dalam cabang o ...

TIMES Indonesia,
Pengembangan Usia Dini Jadi Fokus SSB Mitra Madiun saat Latihan di Stadion Wilis 
Sesi latihan pagi SSB Mitra Madiun. (Foto: Aditya Candra/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Sekolah Sepak Bola atau SSB Mitra Madiun yang bermarkas di Stadion Wilis Kota Madiun memberikan peluang kepada anak-anak yang ingin mengembangkan bakatnya dalam cabang olahraga sepak bola. SSB ini dilatih oleh pelatih berlisensi B PSSI, Coach Windu Wibowo.

SSB Mitra Madiun ini berfokus kepada pengembangan sepak bola usia dini dengan pembinaan berjenjang mulai kelompok umur 8 - 16 tahun. Tujuannya untuk menyiapkan regenerasi sepak bola Indonesia dengan mengorbitkan para pemain potensial Kota Madiun yang dimiliki untuk berlaga di klub profesional. 

Advertisement

Kepada TIMES Indonesia, Bendahara SSB Mitra Madiun, Coach Johan Kurniawan mengatakan, SSB Mitra Madiun hadir untuk mencari bibit sepak bola potensial yang kedepannya nanti bisa disalurkan kedalam klub-klub profesional. 

"Meski baru berdiri 8 Januari 2023, dari 116 siswa, kita telah kirimkan 6 pemain potensial kami untuk mengikuti seleksi di Bhayangkara FC kelompok umur 14 tahun satu orang dan 16 tahun lima orang setelah lolos dari pemberkasan. Saat ini mereka diantar oleh salah satu pelatih kami Coach Adi Priyanto," ujarnya saat ditemui TIMES Indonesia di Stadion Wilis Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (26/2/2023) saat sesi latihan SSB Mitra Madiun. 

SSB-Mitra-Madiun-2.jpg
Siswa SSB Mitra Madiun kelompok umur 8-10 saat bermain dan belajar sepak bola. (Foto: Aditya Candra/TIMES Indonesia)

Tak hanya itu, kompetisi Elite Pro Academy (EPA) yang merupakan liga sepak bola kelompok usia yang dikelola, diselenggarakan dan dikendalikan oleh PSSI menjadi salah satu bidikan SSB Mitra Madiun dengan mengirimkan perwakilannya untuk berlaga dalam ajang bergengsi tersebut.

"Selain Piala Soeratin, EPA juga salah satu kompetisi yang bergengsi untuk menyalurkan pemain kedalam klub profesional. Untuk mendukung hal itu, disini kita mendatangkan pelatih lisensi B PSSI, Coach Windu Wibowo karena pasti dia punya konsep yang jelas, dengan begitu latihan pemain bisa terprogram dan maksimal," tuturnya. 

Advertisement

Dipilihnya Stadion Wilis Kota Madiun sebagai Homebase untuk meningkatkan motivasi anak didik SSB Mitra Madiun, selain itu juga untuk mendukung keamanan dan kenyamanan siswa untuk berlatih secara maksimal dengan resiko cedera yang tidak terlalu besar karena lapangan yang terbilang memiliki kondisi yang cukup bagus. 

"Kita ada 6 pelatih sepak bola yang rata - rata sudah berlisensi, latihan juga di Stadion Wilis, untuk mendukung generasi muda sepak bola muncul, kita gratiskan pendaftaran siswa, hanya ada uang ganti jersey saja serta SPP Rp50 ribu perbulannya. Jadi kita memang fokus untuk perkembangan sepak bola," jelasnya. 

Pelatih SSB Mitra Madiun, Coach Windu Wibowo yang merupakan mantan Pemain Persis Solo dan Bali United menambahkan, kedisiplinan menjadi hal yang utama yang ia ajarkan jika ingin menjadi pemain sepak bola yang profesional selain teknik dasar. 

SSB-Mitra-Madiun-3.jpg
SSB Mitra Madiun. (Foto: Aditya Candra/TIMES Indonesia)

"Saya tekankan disiplin, karena penting untuk perkembangan pemain itu sendiri, lalu tetap menjaga motivasi semangat untuk berkembang. Jadi anak-anak tidak hanya sekedar main bola tapi memiliki semangat untuk berkembang dan bisa menjadi pemain profesional kedepannya," terangnya. 

Saat ini dirinya berfokus untuk melatih teknik dasar para siswa yakni mengumpan dan mengontrol bola, karena pada dasarnya banyak pemain dari SSB Mitra Madiun yang baru pertama kali berlatih. Khusus untuk usia 8-10 para siswa dibiarkan untuk bermain dan menyukai sepak bola terlebih dahulu sembari diperkenalkan teknik dasar sepak bola. 

"Pentingnya mengajarkan teknik dasar sepak bola secara benar, agar siswa nanti kedepannya tidak terbiasa melakukan passing kontrol yang salah. Kalau sudah terbiasa melakukan teknik dasar yang salah, akan cukup sulit nanti untuk dibenahi, karena sudah menjadi kebiasaan," kata Coach Windu Wibowo.

Sementara itu, SSB Mitra Madiun yang bermarkas di Stadion Wilis Kota Madiun, Jawa Timur melakukan latihan setiap hari Kamis mulai pukul 15.00 WIB dan hari Sabtu pukul 07.00 WIB. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Aditya Candra
PenulisAditya CandraSedang berkuliah Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka Sejak 2023. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, kesehatan, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia