Advertisement
Indonesia Positif

Literasi Keuangan Rendah, OJK Beri Edukasi Warga Bondowoso

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memberikan edukasi literasi keuangan kepada warga Bondowoso, Senin (27/3/2023). ... ...

TIMES Indonesia,
Literasi Keuangan Rendah, OJK Beri Edukasi Warga Bondowoso
Ilustrasi Literasi Keuangan bagi Warga Bondowoso. (FOTO: stevepb/pixabay.com)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memberikan edukasi literasi keuangan kepada warga Bondowoso, Senin (27/3/2023).

Seperti diketahui literasi keuangan memberikan manfaat yang besar. Salah satu manfaat literasi keuangan diantaranya, warga memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan.

Advertisement

Selain itu, warga memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik. Terpenting, warga terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas.

Pelatihan literasi keuangan yang berlangsung di Pendapa Bupati itu, diikuti oleh 350 masyarakat umum asal Bondowoso.

Kepala OJK Jember, Hardi Rofiq Nasution mengatakan, berdasarkan hasil survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022 menunjukkan, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen. Angka tersebut lebih rendah dari indeks inklusi keuangan, yaitu sebesar 85,10 persen. 

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat perlu ditingkatkan. "Dengan berbagai upaya, salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat umum," kata dia. 

Dia juga memaparkan, kegiatan edukasi kali ini untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi masyarakat dalam memahami produk sektor jasa keuangan. 

Advertisement

"Dengan harapan bisa meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan produk sektor jasa keuangan," jelas dia.

Sementara itu, Bupati Salwa Arifin dalam sambutannya mengatakan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Pasalnya, secara umum perekonomian di Bondowoso selama tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi akibat pandemi Covid-19. 

Sempat tumbuh secara positif di tahun 2019, yakni 5,30 persen. Kemudian menurun mencapai angka -1,36 persen di tahun 2020. Kemudian, meningkat kembali jadi 3,49 di tahun 2021

Sementara Bupati Salwa Arifin mengatakan, perlu ada penguatan literasi keuangan bagi masyarakat. Tujuannya agar terjadi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat. Dan ujungnya perekonomian Bondowoso bisa kembali ke tren positif pasca pandemi Covid-19. 

"Sebagai pondasi tentu perlu adanya penguatan literasi keuangan," paparnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia