Tingkatkan Kunjungan Wisata, Mahasiswa KSM-T Unisma Malang Membuat Plang Penunjuk Arah di Wisata Banyu Maro
Desa Wringinanom memiliki potensi sumber daya alam yang memukau. Salah satu potensi itu adalah pesona sungai yang menarik sekali untuk dikunjungi

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Desa Wringinanom memiliki potensi sumber daya alam yang memukau. Salah satu potensi itu adalah pesona sungai yang menarik sekali untuk dikunjungi, sungai tersebut adalah Sumber Maro. Sungai ini terletak di Dusun Kunci Selatan, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Namun masih banyak masyarakat atau wisatawan yang belum mengetahui keberadaan sungai ini. Salah satunya karena plang penunjuk arah ke Banyu Maro belum ada, sehingga masih minim informasi terkait lokasi wisata Sumber Maro tersebut.
Plang penunjuk arah jalan menuju obyek wisata Banyu Maro sangat penting bagi wisatawan, terutama yang datang secara perorangan tanpa pemandu wisata. Untuk itu mahasiswa KSM-T Unisma berinisiatif membuat plang penunjuk arah untuk memudahkan wisatawan mengunjungi Banyu Maro, terutama pecinta olahraga air seperti river tubing.
Pemasangan plang petunjuk arah menuju obyek wisata adalah hal sepele, tapi bagi wisatawan sangat penting. Sebab, kalau tidak ada plang petunjuk jalan, mereka bisa tersesat atau perjalanan bisa lebih lama.
“Banyu Maro, diambil dari bahasa Jawa “maro” yang artinya terbagi atau membagi, sungai yang awalnya terbelah menjadi dua, karena seiring adanya perubahan cuaca seperti hujan menyebabkan volume air sungai bertambah, lalu aliran sungai yang terbelah tadi menjadi satu, tetapi penyebutannya tetap Banyu Maro sampai sekarang,” kata Galuh saat di lokasi Banyu Maro, Minggu (19/02/2023).
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Untuk menuju ke lokasi Banyu Maro desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, dari kota Malang bisa ditempuh sekitar 45 menit. Akses jalan bisa dilewati sepeda motor, mobil, dan mini bus, seperti yang dikatakan pak Galuh selaku pengelola wisata Sumber Maro.
“Akses jalan untuk menuju kesini (banyu maro) semua kendaraan bisa kecuali big bus, karena keterbatasan lahan parkir dan kondisi jalan yang sulit untuk dilewati bus,” jelasnya.
Namun sebelum sampai di titik start tubing harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki. Karena itu dibutuhkan plang penunjuk arah untuk sampai lokasi, sebab ada beberapa jalan yang bercabang-cabang. Untuk itu dengan adanya plang penunjuk arah semakin memudahkan wisatawan untuk menuju ke lokasi wisata Banyu Maro.
Wisata Sumber Maro atau X-Maro Tubing Adventure menyuguhkan pemandangan yang masih alami, sehingga sangat cocok untuk refreshing guna mengurangi kepenatan karena kesibukan sehari-hari, ditambah derasnya arus sungai yang menantang adrenalin, dengan naiknya debit air akan menambah keseruan tersendiri saat melakukan olahraga air tersebut.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan wisata Sumber Maro semakin dikenal oleh masyarakat maupun wisatawan asing dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar serta dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Rizka Putri Lestari, Nasmila Salsabila Utami, Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 7 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

