Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa KSM-T Unisma Malang Lakukan Pemugaran Wisata Alam Dusun Sumber Suko

Mahasiswa Unisma Malang melaksanakan kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi di Dusun Gondang Suko, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

TIMES Indonesia,
Mahasiswa KSM-T Unisma Malang Lakukan Pemugaran Wisata Alam Dusun Sumber Suko
Kegiatan pembersihan area wisata Sumber Suko oleh Mahasiswa KSM-T Unisma Malang bersama warga Dusun Gondang Suko. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Mahasiswa Unisma Malang melaksanakan kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi di Dusun Gondang Suko, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Mahasiswa kelompok 34 beranggotakan 11 orang, mereka adalah Wiwit Hardiati, Rini Lestari, Fitria Nur Hikmah, Salman Alfarizi, Moh Nasrullah, Galang Sukma Pratama, Oshin Satriani, Al Ghofar Rhohmatulloh, Alfian Naufali Rizqi, Fadilatun Nikmah, dan Adji Tegar Pangestu.

Advertisement

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Oktriza Melfazen, ST., MT., melakukan pengabdian dengan tema pemugaran terhadap mata air Sumber Suko dan makam leluhur dusun Gondang Suko untuk mengembalikan potensi wisatanya dan menjadi kembali layak dikunjungi.

Dusun Gondang Suko terletak di desa Randuagung kecamatan Singosari kabupaten Malang. Lokasi dusun ini mudah dijangkau karena berada tidak jauh dari jalan raya provinsi Malang – Surabaya.

Secara alamiah dusun Gondang Suko menyimpan sebuah oase tersembunyi yang potensial untuk wisata alam dengan terdapatnya sebuah sumber mata air alami yang bernama Sumber Suko. Dahulunya, selain menjadi tempat pemandian, sumber mata air ini juga dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai sumber irigasi persawahan yang ada di sekitarnya.

Tidak berapa jauh dari mata air Sumber Suko juga terdapat sejumlah makam yang menurut masyarakat dusun setempat merupakan makam pendiri dusun tersebut yang nasabnya masih bersambung dengan keturunan Wali Songo.

Sejatinya sumber mata air dan makam yang berdekatan tersebut sudah dijadikan objek wisata alam dan religi sejak beberapa tahun yang lalu oleh masyarakat sekitar. Namun kesan angker dan suasana mistis yang lebih dulu terlanjur dibangun dan melekat pada lokasi ini membuatnya tidak cukup mendapat perhatian masyarakat luas untuk dijadikan lokasi wisata. Hanya sebagian kecil orang saja diluar warga sekitar yang mau berkunjung ke lokasi tersebut dengan maksud-maksud tertentu. 

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Sejak tahun 2017 masyarakat bersama pemangku jabatan desa setempat telah melakukan upaya untuk mengangkat lokasi Sumber Suko ini sebagai sebuah potensi wisata dengan melakukan sejumlah pengolahan dan penataan termasuk menyediakan sejumlah fasilitas menarik penunjang tempat wisata sehingga lokasi tersebut menjadi asri dan semakin layak dikunjungi.

Namun, sejak pandemi Covid-19 lokasi ini menjadi kehilangan potensi wisatanya karena sudah tidak lagi dikunjungi masyarakat terkesan tidak terurus dan terlupakan.

Banyak dedaunan yang berserakan, tanaman yang tidak terawat, rumput yang mulai tinggi, beberapa fasilitas yang rusak akibat faktor alam dan kurangnya perawatan yang intensif dari pihak pengelola sehingga pada akhirnya tidak ada lagi pengunjung.

Menurut Roni selaku kepala Dusun Gondang, wisata Sumber Suko sempat ramai sebelum adanya pandemi, banyak pengunjung yang datang untuk berenang atau sekedar bersantai. Tetapi lambat laun pengunjung mulai berkurang, apalagi semenjak pandemi, hanya warga setempat yang berkunjung, beberapa anak-anak yang datang untuk berenang, ataupun petani yang singgah setelah dari sawah.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kelompok 34 KSM-T Unisma bersama warga sekitar antara lain pembukaan kembali akses jalan menuju makam dan sumber air, penyediaan kembali area parkir kendaraan, memperbarui petunjuk arah menuju lokasi, membuatkan spanduk pengenal disertai cerita sejarah makam dan sumber air, pembersihan dasar sumber air dari endapan lumpur untuk menjaga agar sumber air tetap aktif dan terus bisa memancarkan air. 

Termasuk memperbaiki bangunan makam serta menyediakan sejumlah tanaman hias untuk memperasri lokasi.

Disamping pemugaran terhadap fasilitas utama, para mahasiswa pengabdi juga melakukan digitalisasi wisata Sumber Suko dalam bentuk pembuatan website, Instagram dan pin lokasi melalui google map dengan harapan untuk re-edukasi masyarakat luas terhadap opini negatif yang berkembang sebelumnya.

Dengan demikian dapat memperkenalkan dan mempromosikan kembali lokasi tersebut dalam skala yang lebih luas. Untuk terjaganya keberlanjutan branding lokasi wisata ini, mahasiswa pengabdi kelompok 34 telah melakukan sosialisasinya kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat.  

Dengan telah dilakukannya sejumlah upaya dalam KSM-T oleh mahasiswa Unisma Malang ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengembangan dan keberlanjutan tempat wisata tersebut ke depannya sebagai salah satu usaha bersama dalam memperbaiki segala potensi yang dapat menarik minat wisatawan setempat maupun wisatawan luar guna menunjang peningkatan ekonomi dusun. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Rini Lestari, Fitria Nur Hikmah, dan Moh Nasrullah, Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 34 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia