Advertisement
Indonesia Positif

Target Lima Kursi, NasDem Bondowoso Panasi Mesin dan Siapkan Guru Saksi

Menjelang Pemilu 2024, sejumlah partai mulai memanasi mesin. Salah satunya DPD NasDem Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. ...

TIMES Indonesia,
Target Lima Kursi, NasDem Bondowoso Panasi Mesin dan Siapkan Guru Saksi
Ketua DPD NasDem Bondowoso, KH Fadil Muzakki Syah saat dikonfirmasi persiapan menjelang Pemilu 2024 (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Menjelang Pemilu 2024, sejumlah partai mulai memanasi mesin. Salah satunya DPD NasDem Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Ketua DPD NasDem Bondowoso, KH Fadil Muzakki Syah mengatakan, pada Pemilu 2024 ini NasDem menargetkan lima kursi di DPRD Kabupaten Bondowoso

Advertisement

"Tapi tidak menutup kemungkinan di satu Dapil berpotensi mendapat dua kursi. Dan DPD dalam hal ini akan mensupport untuk mencapai hal itu," tegas dia.

Pihaknya memastikan bahwa calon dari NasDem sudah hampir penuh 100 persen. Dari lima Dapil di Kabupaten Bondowoso, hanya tersisa Dapil 2 dan 4 yang belum 100 persen. 

"Keterwakilan perempuan sudah terpenuhi. Tinggal Dapil 4 dan 2," kata dia.

Menurutnya, pada Tahun 2014 sebagai partai pemula di Bondowoso, NasDem sudah mendapatkan tiga kursi. 

"Cuma di 2019 dengan pengelolaan yang kurang baik akhirnya NasDem menjadi nol," kata dia.

Advertisement

Oleh karena itu, sebagai ketua DPD yang menggantikan ketua sebelumnya, pihaknya terus memperbaiki manajemen.  "Dengan membentuk struktur dari DPD hingga tingkat desa. Bahkan di setiap desa kita punya lima kader yang ber-KTA resmi," jelas dia.

Selain itu, salah satu upaya untuk bisa menjaga suara partai di Pemilu 2024, NasDem Bondowoso menggelar pelatihan guru saksi dari 23 kecamatan di wilayah tersebut, Sabtu (4/3/2023).

Menurutnya, guru saksi setiap kecamatan ada lima orang itu. Mereka akan melatih para saksi yang akan bertugas di seluruh tempat pemungutan suara (TPS).

Anggota DPR RI Dapil III Jatim tersebut mengatakan, seluruh guru saksi ini diajarkan tentang bagaimana cara membuat laporan, mencatat, baik secara manual maupun menggunakan media chatting. 

Mereka diajarkan teknis laporan jika ditemukan adanya kecurangan atau masalah dalam proses pemilihan umum yang berkaitan dengan Nasdem. 

"Kalau saksi partai, Ketua umum memerintahkan bisa 1 hingga 2 per TPS. Lain saksi caleg ya," jelas dia. 

Dia juga memaparkan, pihaknya benar-benar mempersiapkan saksi karena keberadaan mereka sangat penting dalam mengawal suara. 

Apalagi kata dia, Bapilu DPD Nasdem Bondowoso juga telah membuat peta kerawanan lumbung suara milik partai besutan Surya Paloh. Salah satunya yakni di Dapil 4. 

"Sudah ada peta titik rawan, Bapilu kita sudah memetakan hal tersebut," jelasnya.  Menurutnya, saat terjadi sengketa Pemilu yang dibutuhkan bukan hanya klaim. "Melainkan juga bukti, dan saksi inilah yang memiliki bukti," jelasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia