Advertisement
Indonesia Positif

Warga Kota Malang Produksi Microgreens, Cocok Agar Anak Terhindar Stunting

Warga Kota Malang memiliki inovasi baru guna mencegah stunting anak. Inovasi tersebut adalah budidaya Microgreens atau sayur kecil yang bisa ditanam ...

TIMES Indonesia,
Warga Kota Malang Produksi Microgreens, Cocok Agar Anak Terhindar Stunting
Tanaman microgreens yang mudah dikonsumi, kaya nutrisi. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Warga Kota Malang memiliki inovasi baru guna mencegah stunting anak. Inovasi tersebut adalah budidaya Microgreens atau sayur kecil yang bisa ditanam dalam wadah kecil.

Budidaya tersebut dipamerkan oleh warga Kelurahan Kasin, Kota Malang dalam Gelar Teknologi Pertanian dan Pameran Hasil Pertanian di Mini Block Office Balai Kota Malang, Senin (6/3/2023).

Advertisement

Berbagai sayuran bisa ditanam dalam wadah kecil nan sempit. Namun, diklaim ternyata lebih kaya nutrisi ketimbang sayuran pada umumnya.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Klojen, Kota Malang, Intan Ratri mengatakan, Microgreens ini adalah ide dari warga sekitar bernama Mila.

Saat itu, ide tersebut muncul karena marak cara menanam Microgreens di luar negeri. Melihat hasil karya nutrisi, ia pun bersama warga lain didampingi BPP mengimplementasikan ide tersebut.

"Ini cocok digunakan di wilayah Klojen yang terbatas bahkan tidak ada lahan untuk bertani," ujar Intan, Senin (6/3/2023).

microgreens-2.jpg

Cara menanamnya pun cukup mudah dan bisa dilakukan dimana saja. Intan memberikan contoh, untuk menanam sayuran Microgreens ini bisa dengan nampan kecil dan tanah. Nantinya, benih tanaman tinggal ditabur secara rapat agar pertumbuhan bisa lebih kecil.

"Jadi kenapa rapat, biar tidak berkembang besar. Supaya bagus, bisa dikasih pupuk kandang yang cukup," ungkapnya.

Dalam pameran tersebut, ia memperlihatkan empat jenis sayuran yang sudah siap untuk dikonsumsi dan tentunya bernutrisi sangat tinggi. Mulai dari bayam, sawi hingga wortel.

Iden bercocok tanam dengan hasil nutrisi yang cukup besar, ternyata memang bisa menjadi solusi penanganan stunting, khususnya di Kota Malang.

Sebab, berdasarkan penelitian, lanjut Intan, nutrisi tanaman sayuran kecil memang lebih tinggi dari sayuran pada umumnya.

"Karena masih muda, itu nutrisinya maksimal dan cocok buat pencegahan stunting," katanya.

Selain itu, rasa dari sayuran Microgreens ini cukup sederhana. Rasa yang minim dan cukup mudah untuk mengkonsumsinya, bisa membantu anak makan sayur dengan mudah.

"Ini kan gak ada rasanya, kecil-kecil juga kalau dicampur ke makanan lain pasti gak kerasa. Jadi anak-anak bisa doyan dan nutrisi terjaga," tuturnya.

Saat ini, diakui Intan memang masih jarang ada budidaya Microgreens di Kota Malang. Yang ia ketahui, baru ada dua di Klojen dan Lowokwaru. 

"Yang di Kasin Klojen ini dijual tapi tergantung pesanan. Memang untuk menengah keatas lah, karena kecil dan harganya lumayan. Kalau yang di Lowokwaru itu cuma buat konsumsi sendiri," jelasnya.

Sementara, salah satu pembeli bernama Anny Sulistyawati asal Arjowinangun mengaku baru melihat secara langsung Microgreens ini.

"Sudah pernah dengar, tapi baru ini saya lihat dan kayaknya cukup mudah dan bermanfaat," tegasnya.

Ia pun turut membeli dan ingin mencoba budidaya tersebut. Sebab, dengan nutrisi yang cukup banyak, tentu bagus untuk dikonsumsi bagi anak-anak maupun dewasa.

"Beli buat cucu saya, jenis bayam sama sawi. Saya memang senang tanam-tanam, kayaknya bakal saya budidaya juga," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia