Advertisement
Indonesia Positif

DPR RI Ingatkan Depo Plumpang Bahaya Satu Berulang Kali

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengungkapkan jika Depo Pertamina Plumpang sebenarnya telah dinyatakan kategori 'bahaya satu'.  ...

TIMES Indonesia,
DPR RI Ingatkan Depo Plumpang Bahaya Satu Berulang Kali
Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto - (FOTO: dok DPR RI)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengungkapkan jika Depo Pertamina Plumpang sebenarnya telah dinyatakan kategori 'bahaya satu'. 

Bahkan Komisi VII DPR RI sudah berulang kali minta Pertamina atau pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk mengaudit ulang seluruh fasilitas Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, terutama kilang minyak.

Advertisement

"Kami Komisi VII DPR sudah berulang-ulang, bahkan dua tahun lalu khusus untuk Depo Plumpang itu sudah kita nyatakan istilahnya bahaya satu sehingga harus dipindahkan," tegas Sugeng. 

Hal itu disampaikan politisi NasDem tersebut kepada awak media, Senin (6/3/2023). Ditegaskan bahwa umur kilang atau tangki timbun di Plumpang dibangun sejak tahun 1970 an, jadi sudah terkategori tua. 

Adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem, membuat standar variable keamanan harus ditinjau ulang. Sehingga ketika Depo tersebut kembali mengalami kebakaran, tentu hal itu membuat Sugeng geram. Pasalnya sebelumnya, kebakaran juga pernah terjadi pada tahun 2009 silam.

Selanjutnya, Politisi Fraksi Partai NasDem ini bilang pihaknya akan memanggil Pertamina untuk memberi laporan secara komprehensif terkait peristiwa tersebut. 

"Akan kita panggil seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan kilang ini, yang sudah tentu adalah Pertamina, untuk bertanggung jawab melebihi yang lain,” ujarnya.

Advertisement

Diketahui, kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara terjadi pada Jumat (3/3) malam. Kebakaran diduga akibat kebocoran pipa. 

Berdasarkan data sementara yang diterima BPBD DKI, tercatat 17 korban tewas, 49 orang luka berat dan dua orang luka sedang. Para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, di antaranya RSUD Koja, RS Tugu, RS Mulyasari, RS Pelabuhan dan RS Firdaus.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSumitro Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia