Advertisement
Indonesia Positif

Bertemu Parlemen Georgia, DPR RI Bahas Kemudahan Berusaha hingga Pertukaran Pelajar

Delegasi DPR RI diwakili Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Mardani Ali Sera menggelar pertemuan bilateral dengan Anggota parlemen Georgia. Hal ini digel ...

TIMES Indonesia,
Bertemu Parlemen Georgia, DPR RI Bahas Kemudahan Berusaha hingga Pertukaran Pelajar
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera. (FOTO: Dok: Rafyq Panjaitan/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Delegasi DPR RI diwakili Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Mardani Ali Sera menggelar pertemuan bilateral dengan Anggota parlemen Georgia. Hal ini digelar di sela sidang Inter Parliementary Union (IPU) ke-146 di Manama, Bahrain. 

Seusai pertemuan, Mardani mengungkap ada sejumlah hal strategis yang dibicarakan dalam pertemuan tertutup tersebut. 

Advertisement

“Pertama, meningkatkan hubungan bilateral. Mereka ternyata banyak kelebihannya, mereka ranking ketujuh dalam easy of doing business-nya, mereka nomor tiga di Eropa untuk reformasi pajak, dua duanya kita perlu,” kata Mardani di Exhibition World Bahrain, Manama, Senin (13/3/2023).

Di depan Delegasi parlemen Georgia, yang dipimpin Ketua BKSAP Georgia Nikoloz Samkharadze, delegasi Indonesia menawarkan kerja sama di Bidang ketenagakerjaan.

“Kita tadi menawarkan, kita punya banyak tenaga kerja skill full, perawat kita the best kita punya kelas menengah yang besar, kita punya bonus demografi, hampir 60 persenan penduduk kita muda sehingga itu menjadi bukan cuma pasar tetapi menjadi peluang kerjasama yang paling baik,” papar politikus PKS ini. 

Selain itu, pertukaran pelajar dan budaya juga menjadi pembahasan dalam pertemuan yang digelar sekitar 1 jam tersebut.

“Kita ingin lebih banyak lagi pertukaran pelajar pertukaran budaya, people to people diplomasi, itu yang mereka bilang kebijakan Luar negeri merema sudah diarahkan ke Indonesia. Jadi sekarang tinggal Indonesia yang memprioritaskan hubungan dengan Georgia sehingga urusan bebas via, urusan kemudahan imigrasi, bisa kita jalankan. Jadi bagus sekali,” urai Mardani. 

Advertisement

Terakhir, delegasi Georgia berharap ada kedutaan besar Indonesia di Georgia. Sebab, Georgia sudah punya kedutaan besar di Indonesia.

“Selama ini kita cover dari Ukraina, kiev. Nah di sana kan sekarang lagi problem (perang). Jadi, mereka agak kesulitan. Karena banyak dari mereka ingin ke Indonesia, mereka merasakan alam Indonesia bagus dan sebagainya. Jadi mereka berharap,” tandas legislator dapil Jakarta ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rafyq Panjaitan
PenulisRafyq PanjaitanSarjana Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Angkatan 2012, Lulus 2016). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Januari 2023. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia