Advertisement
Indonesia Positif

99,87 Persen Warganya Dijamin BPJS Kesehatan, Pemkot Mojokerto Diganjar UHC Award

Pemkot Mojokerto kembali menerima UHC Award. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin di Gedung ...

TIMES Indonesia,
99,87 Persen Warganya Dijamin BPJS Kesehatan, Pemkot Mojokerto Diganjar UHC Award
Sekdakot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo saat menerima penghargaan UHC Award atas Keterjaminan kesehatan warga Kota Mojokerto. (FOTO: Dok. Kominfo for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MOJOKERTO Pemkot Mojokerto kembali menerima UHC Award. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin di Gedung Balai Sudirman.

Dengan tercapainya Universal Health Coverage (UHC) oleh 22 Provinsi dan 334 Pemerintah Kabupaten/Kota Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. 

Advertisement

Wapres RI, Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pemberian jaminan kesehatan ini bukan hanya sekedar untuk menjalankan regulasi.

"Dukungan optimalisasi pelaksanaan program JKN dari seluruh pemangku kepentingan hendaknya tidak hanya sebatas pemenuhan Inpres, namun lebih dilandasi iktikad untuk senantiasa meningkatkan pelayanan dan perlindungan seluruh masyarakat," jelas Wapres dalam keterangan tertulis dikutip, Rabu (15/3/2023).

Hingga Maret 2023 sebanyak 140 ribu 254 jiwa dari 140.442 warga Kota Mojokerto atau 99,87% secara aktif terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa hampir 100% warga Kota Mojokerto telah mendapatkan jaminan kesehatan.

Atas capaian ini Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung tercapainya pelayanan kesehatan yang maksimal di Kota Mojokerto termasuk kepada BPJS Kesehatan.

“Kota Mojokerto telah meraih predikat UHC sejak tahun 2017. Kami terus berupaya untuk meningkatkan capaian tersebut hingga saat ini hampir 100 persen warga Kota Mojokerto telah mendapatkan jaminan kesehatan melalui JKN-KIS,” terang wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini.

Advertisement

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat menjadi salah prioritas selama kepemimpinannya di Kota Mojokerto. “Dengan memberikan jaminan kesehatan kami berupaya untuk meringankan beban masyarakat,” lanjut Ning Ita.

Sebagai informasi hingga saat ini warga Kota Mojokerto yang sudah tercover BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut: Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sebesar 29 ribu 614 jiwa, Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD sebanyak 50 ribu 45 jiwa, Pekerja Penerima Upah (PPU) sebanyak 43 ribu 841 jiwa, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 12 ribu 112 jiwa dan Peserta Bukan Pekerja (BP) sebanyak 4 ribu 642 jiwa.

Selain memberikan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, Pemerintah Kota Mojokerto juga telah memberikan jaminan Sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi Ketua RT/RW, tenaga keagamaan, dan kelompok rentan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Thaoqid Nur Hidayat
PenulisThaoqid Nur HidayatSarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Jombang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2022. Meliput berbagai topik meliputi lifestyle, pariwisata, hukum, lingkungan, dan isu ketidaksetaraan dalam ekonomi, sosial, dan politik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia