Indonesia Positif

PT Teknindo Geosistem Unggul Bekali Karyawan Ilmu Resusitasi Jantung Paru

Selasa, 21 Maret 2023 - 15:51 | 74.70k
Karyawan PT Teknindo Geosistem Unggul mencoba praktek simulasi resusitasi jantung paru, Selasa (21/3/2023).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Karyawan PT Teknindo Geosistem Unggul mencoba praktek simulasi resusitasi jantung paru, Selasa (21/3/2023).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYAPT Teknindo Geosistem Unggul kembali menggelar pelatihan penyelamatan saat terjadi kecelakaan kerja. Simulasi kali ini bertema Refreshment Training P3K dan Resusitasi Jantung Paru (RJP). 

Manajer Sisman dan QHSE PT Teknindo Geosistem Unggul, Fery mengatakan, kegiatan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya upaya penyelamatan atau penanganan pertama pada kecelakaan kerja. Terutama pada kondisi darurat ketika ada karyawan terkena serangan jantung paru. 

PT Teknindo Geosistem Unggul sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang kontruksi spesialis perbaikan tanah. Sehingga diharapkan pelatihan ini bisa berguna untuk keadaan darurat baik di kantor, di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari. 

"Kami ingin meningkatkan awareness kepada karyawan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan. Khususnya beberapa anggota yang merupakan petugas P3K yang sudah tersertifikasi oleh Kemenaker atau kementerian tenaga kerja," ungkap Fery, Senin (20/3/2023). 

Fery juga ingin membagikan ilmu pertolongan pada jantung paru kepada karyawan sebagai bekal dalam kehidupan mereka sehari-hari. 

"Barangkali memang nanti akan diperlukan pada aspek-aspek pekerjaan mereka," tambahnya. 

Banyak hal yang dipelajari selama pelatihan refreshment P3K itu. Salah satunya bagaimana menolong orang dengan luka gores, luka bakar, kemudian patah tulang. Namun, kata Fery, Resusitasi Jantung Paru atau RJP menjadi salah satu hal yang penting.

Resusitasi jantung paru merupakan pertolongan darurat untuk mengembalikan kemampuan napas atau jantung karena kondisi atau situasi tertentu. Sehingga bisa kembali berfungsi secara optimal guna mencegah kematian. 

Tindakan ini perlu dilakukan secara cepat dan tepat sebagai langkah awal menyelamatkan nyawa seseorang.

Ferry bersama tim medis kemudian memaparkan langkah awal cara melakukan resusitasi jantung paru.

Pertama adalah mendeteksi kondisi dan tingkat kesadaran orang yang akan diberi resusitasi. Caranya dengan memanggil dengan nada keras atau tepuk bagian bahu dan dada. 

Apabila tidak ada respon dari penderita atau penderita hilang kesadaran, segera periksa nadi bagian leher kanan dan kiri. Raba bagian nadi ini dengan dua jari. 

Selanjutnya letakkan kedua jari di jakun atau leher depan penderita, lalu geser kedua jari ke arah leher kanan dan kiri.

Rasakan ada tidaknya denyut nadi, masing-masing selama 10 detik. Jika denyut nadi di leher tidak terdeteksi, segera hubungi rumah sakit terdekat.

Sembari menunggu, cek ada tidaknya alat automated external defibrillator (AED). Jika tidak ada, segera lakukan resusitasi jantung paru. 

Awali resusitasi jantung paru dengan membuka jalan napas penderita. Caranya dengan menengadahkan bagian kepala penderita. 

Kemudian lakukan kompresi atau tekan bagian dada dengan kekuatan penuh dan berirama di setengah bawah dari tulang dada. Pastikan kedalaman tekanan 5 centi meter, ritmenya 100-120 kali per menit, tanpa interupsi. 

Setelah 30 kali melakukan kompresi dada tanpa interupsi, berikan bantuan pernapasan sebanyak 2 kali. Pastikan langkah-langkah resustitasi jantung paru dijalankan dengan tepat.

Ferry mengatakan, pentingnya karyawan mengikuti pelatihan ini bersama lembaga kredibel untuk membantu orang-orang sekitar.

"Mengingat ke depan sebagai persiapan proyek apabila di sana ada salah satu risiko yang bisa menyebabkan orang terkena jantung, sehingga nanti secara internal teman-teman Teknindo Geosistem Unggul akan siap melakukan penanganan pertama pada orang yang terkena serangan jantung tersebut," ujar Ferry. 

Sementara itu, Fatma, salah satu peserta mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini. Ia berharap pelatihan seperti ini bisa digelar secara rutin. Karena menurut Fatma, ilmu yang ia dapatkan selain bisa berguna bagi dirinya sendiri juga bisa bermanfaat bagi orang lain. 

Seperti diketahui, banyak kasus terjadi seperti Tragedi Kanjuruhan di mana banyak korban tidak tertolong akibat terlambat atau salah penanganan. Karena, mereka yang terkena serangan jantung hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk mendapat pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit. 

Guna mengantisipasi kecelakaan kerja serangan jantung dan paru, PT Teknindo Geosistem Unggul membekali karyawan dengan pelatihan resusitasi tersebut bersama tim medis.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES