Advertisement
Indonesia Positif

Boleh Jual Kopi Keliling di Kayutangan Heritage, Asal Pakai Baju Tradisional

Pemerintah Kota Malang bakal memberdayakan para penjual kopi keliling yang ada di kawasan Kayutangan Heritage. Sebelumnya, Pemkot Malang sempat melarang siapapun untuk be ...

TIMES Indonesia,
Boleh Jual Kopi Keliling di Kayutangan Heritage, Asal Pakai Baju Tradisional
Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang (FOTO: ist)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Pemerintah Kota Malang bakal memberdayakan para penjual kopi keliling yang ada di kawasan Kayutangan Heritage. Sebelumnya, Pemkot Malang sempat melarang siapapun untuk berjualan keliling di kawasan tersebut. Bahkan, sudah ada beberapa pedagang ditertibkan oleh Satpol PP Kota Malang. Dengan alasan karena mengganggu arus lalu lintas.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan, dengan pemberdayaan ini, ke depannya penjual kopi keliling di kawasan  Kayutangan bisa bekerja lebih optimal dan lebih estetik.

Advertisement

Pihaknya akan memverifikasi penjual kopi keliling yang ada disana, dan akan mengutamakan warga sekitar. Sistem kerjanya akan diatur sedemikian rupa agar berkeadilan, dan mereka nantinya akan mengenakan busana tradisional atau baju adat.

“Program ini juga sebagai wujud kepedulian Pemkot Malang untuk mengungkit ekomomi warga,” ucap Baihaqi.

Dia membenarkan bahwa Pemkot Malang memang awalnya melarang adanya pedagang  keliling di Kawasan Kayutangan. Namun seiring berjalannya waktu, Kawasan Kayutangan yang menjadi salah satu ikon Kota Malang ini semakin ramai dikunjungi warga dan wisatawan.

“Dari kondisi ini kami mencoba mencari solusi agar para penjual kopi keliling ini tetap bisa berjualan. Karena tak dapat dipungkiri para pengunjung yang duduk-duduk di Kayutangan juga butuh minuman ataupun makanan ringan, sehingga akan menambah kenyamanan setiap orang yang datang ke Kayutangan Heritage,” katanya.

Baihaqi mengaku, akan segera membahas hal ini dengan beberapa dinas terkait, dan merealisasikan pemberdayaan para pedagang keliling ini. Sehingga para pedagang tetap bisa mencari nafkah disana, dan pengunjung juga merasa nyaman dengan adanya para pedagang tersebut. 

Advertisement

“Kami nantinya akan menggandeng dinas terkait, seperti Dinas Perhubungan, Diskopindag dan Satpol PP agar pedagang ini lebih tertib. Jadi mereka nantinya tetap berjualan berkeliling dan tidak menetap di satu tempat tertentu. Dalam waktu dekat kami akan merealisasikan itu,” pungkas Baihaqi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia