Advertisement
Indonesia Positif

Sepatu Korban Warsito Ditemukan, Pencarian Orang Hilang Terus Belanjut

Pencarian terhadap korban Warsito, 50, warga Dusun Wonorejo RT 3 RW 15 Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, hari ini (6/4/2023) berlanjut ... ...

TIMES Indonesia,
Sepatu Korban Warsito Ditemukan, Pencarian Orang Hilang Terus Belanjut
Tim SAR Gabungan yang dikomandoi Basarnas menemukan sepatu korban kurang lebih 100 meter dari lokasi musibah. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BATU Pencarian terhadap korban Warsito, 50, warga Dusun Wonorejo RT 3 RW 15 Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, hari ini (6/4/2023) berlanjut. Tim SAR Gabungan yang dikomandoi Basarnas menemukan sepatu korban kurang lebih 100 meter dari lokasi musibah.

Petugas menemukan sepatu sebelah kiri korban. Sepatu boot warna hijau ini ditemukan di sungai yang biasanya dipergunakan untuk jeep adventure.

Advertisement

Sepatu ini tersangkut di salah satu bebatuan besar.

"Hari ini sekitar jam 07.30 WIB kita temukan sepatu ini, semakin menguatkan dugaan kita korban terpeleset saat menebang bambu, kemudian hanyut," ujar Komandan Tim Lapangan, Bayu Prasetyo.

Pihaknya sudah mengonfirmasi kebenaran sepatu boot yang ditemukan itu milik korban kepada keluarga dan dibenarkan kalau sepatu tersebut milik korban.

Tim hari ini memulai pencarian pukul 08.00 WIB dengan menurunkan 3 Sru. Sru pertama melakukan pencarian disekitar tempat kejadian musibah (TKM).

Sru kedua melakukan pencarian dari TKM menuju ke Dam Kekep dan Sru ketiga mencari dari Dam Kekep hingga Coban Talun.

Advertisement

"Kurang lebih 68 personil dari 28 potensi tergabung dalam tiga Sru tersebut, kendala kita hujan dan licinnya medan," ujar Bayu.

Pencarian dilakukan dengan cara menyusuri sungai dengan berjalan kaki atau berenang di dalam sungai. Banyaknya sampah dan cekungan bebatuan membuat banyak celah jasad tersangkut.

Hari ini Basarnas juga telah mengerahkan dua unit alat terbaru. "Namanya Aqua Eye, peralatan baru kita yang berfungsi untuk mendeteksi benda didalam air, ada dua unit yang kita gunakan," ujarnya.

Karena hujan deras, pukul 12.00 seluruh Sru menghentikan pencarian, dari rencana awal pencarian akan dilakukan hingga pukul 16.00 WIB. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Dhani Rahman
PenulisMuhammad Dhani RahmanPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia