Advertisement
Indonesia Positif

Dosen ES Unisla Berbagi Ilmu dalam FGD Pendamping Desa

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) wilayah Pantai Utara (Pantura) bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal

TIMES Indonesia,
Dosen ES Unisla Berbagi Ilmu dalam FGD Pendamping Desa
Misbahul Khoir, Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Unisla hadir sebagai pemateri dalam FGD Pendamping Desa di Front One Hotel Tuban yang diselenggarakan selama 3 hari,tanggal 4-6 April 2023. Foto: Ja’far Shodiq (CR-161/AJP TIMESINDONESIA)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

LAMONGAN Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) wilayah Pantai Utara (Pantura) bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Lamongan, Gresik, Bojonegoro dan Tuban, berupaya membangun desa yang berkelanjutan.

Langkah awal implementasinya dengan melaksanakan focus group discussion (FGD) di Front One Hotel Tuban, selama 3 hari, mulai tanggal 4-6 April 2023.

Advertisement

"Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing PTKIS, baik dari unsur LPPM, dosen, maupun mahasiswa," kata Misbahul Khoir, Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Islam Lamongan (Unisla) yang merupakan satu di antara pemateri FGD, Kamis, (6/4/2023).

Studi-Ekonomi.jpg

Lebih lanjut Khoir menjelaskan, para pihak tersebut bekerjasama dalam rencana pembangunan desa dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat desa.

“Melalui program-program yang disepakati dan program kemitraan yang ada yang terintegrasi dan berkelanjutan," kata Khoir.

Terutama, sambungnya, untuk desa-desa yang masih berstatus berkembang, maju dan apalagi yang tertinggal agar bisa jadi desa mandiri.

Advertisement

“Tentunya dengan tetap melestarikan adat istiadat setempat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, penanggulangan kemiskinan; pengurangan angka kemiskinan di desa serta adanya peningkatan kemudahan pelayanan publik," ucap Khoir.

Selain Misbahul Khoir dari Unisla, juga ada beberapa pemateri dari berbagai lembaga, seperti, Wardatul Karomah dari Institut Agama Islam (IAI) Tarbiyatut Tholabah Lamongan, Ahmad Tasyhudi, dari Yayasan Sarikat Masyarakat Mandiri, Dr Muhammad Aziz, dari IAI Al Hikmah Tuban, dan Dr Achmad Anwar Abidin, dari Sekolah Tingi Agama Islam (STAI) Darut Taqwa Suci Manyar Gresik). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

J
PenulisJa’far Shodiq (CR-161) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia