Advertisement
Indonesia Positif

Setiap Bulan, Ratusan Ton Ikan Dikirim dari Pulau Taliabu ke Luar Daerah  

Hasil dari sektor kelautan dan perikanan berupa ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara terbilang cukup tinggi. ... ... ...

TIMES Indonesia,
Setiap Bulan, Ratusan Ton Ikan Dikirim dari Pulau Taliabu ke Luar Daerah  
Ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Taliabu. (FOTO: Husen Hamid/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PULAU TALIABU Hasil dari sektor kelautan dan perikanan berupa ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara terbilang cukup tinggi. 

Seperti hasil tangkapan ikan dari sejumlah nelayan yang ada di Kecamatan Taliabu Barat. Setiap minggunya, para dibo-dibo (penadah ikan nelayan) mengirimkan ikan di Kota Ternate tercatat mencapai puluhan ton.

Advertisement

Tidak hanya Ternate, sejumlah kota di Sulawesi seperti Manado, Bitung, Makasar dan Luwuk juga mendapatkan pasokan ikan dari Pulau Taliabu. 

Selain Taliabu barat, hasil produksi penangkapan ikan dari Taliabu Utara, Taliabu Timur, Taliabu Selatan, Timur Selatan juga melimpah. Hasil tangkap melalui rompong ini diperkirakan mencapai ribuan ton dalam tiga bulan. Tangkapan ikan rompong ini langsung dibawa ke Bitung dan Kendari.

Jumlah ikan yang diperoleh nelayan Taliabu tidak berbanding lurus dengan daya konsumsi warga setempat. Hal ini menjadi dasar sejumlah hasil tangkap harus dikirim ke luar Pulau Taliabu.

Jenis ikan yang dikirimkan mulai dari Ikan Tuna, Ikan Kerapu, Ikan Tongkol dan beberap jinis ikan bebatuan lainnya. 

Sementara itu, data dari penyuluh perikanan Ambon di Pulau Taliabu, Herman A Musa menyampaikan, pada bulan Maret 2023 ada terdapat 30 pelaku usaha yang melakukan aktivitas jual beli hasil perikanan di Kecamatan Taliabu Barat, dengan  jumlah produksi rata-rata 500 kg/ pelaku usaha. 

Advertisement

Dari data produksi yang dikantongi para penyuluh di wilayah Taliabu Barat saja, sumberdaya ikan yang keluar dari kecamatan Taliabu Barat melalui dermaga pelabuhan Talo berkisar kurang lebih 60.000 kg/(60 ton) per bulan selama 4 Minggu di beberapa daerah tetangga (Bitung, Luwuk, Makasar, Gorontalo dan Kendari). 

"Dari data yang kami rekap itu, dalam kurun waktu 4 minggu ada sekitar 60 ton ikan yang dikirmkan dari Taliabu keluar Daerah. Itu hanya data untuk nelayan di Taliabu Barat," kata Herman, Selasa (18/4/2023).

Meski demikian, sektor perikanan yang begitu menjanjikan rupanya belum mendapatkan perhatian Pemkab Pulau Taliabu. Seperti penyediaan kostor dan sarana lainnya.

Pada Musrenbang Kabupaten tahun 2023 beberapa waktu yang lalu, Aliong Mus menegaskan untuk OPD terkait bisa mengoptimalkan potensi perikanan yang ada. Ia katakan sektor perikanan di Pulau Taliabu sangat unggul tetapi belum dioptimalkan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Husen Hamid
PenulisHusen HamidPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia