Advertisement
Indonesia Positif

Hasanuddin Wahid: Sistem Pendidikan dan Kesejahteraan Masih Jadi Catatan Hardiknas

Anggota Komisi X DPR RI M Hasanuddin Wahid mencatat masih banyak perbaikan yang harus dilakukan pemerintah dalam sektor pendidikan.  ... ...

TIMES Indonesia,
Hasanuddin Wahid: Sistem Pendidikan dan Kesejahteraan Masih Jadi Catatan Hardiknas
Anggota Komisi X DPR RI M Hasanuddin Wahid (kanan). (Foto: Dok PKB)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Anggota Komisi X DPR RI M Hasanuddin Wahid mencatat masih banyak perbaikan yang harus dilakukan pemerintah dalam sektor pendidikan. 

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 yang jatuh setiap tanggal 2 Mei merupakan momentum penguatan sektor pendidikan dari hulu ke hilir. Pemerintah didorong untuk berkontemplasi dan mengambil langkah-langkah terbaik untuk wajah pendidikan nasional. 

Advertisement

"Masih banyak yang perlu diperbaiki untuk pendidikan kita. Sistem pendidikan yang masih timpang, kesejahteraan guru dan banyak lagi catatan di Hardiknas ini," ucap pria yang disapa Cak Udin itu, Selasa (2/5/2023). 

Sekjen DPP PKB tersebut mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 menghantam seluruh sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Tantangan tersebut menjadi pelajaran dan evaluasi berharga agar ke depan Indonesia tidak gugup dan siap menghadapi berbagai tantangan. 

Cak Udin membeberkan, selama dua tahun lebih bangsa Indonesia diterpa badai Pandemi Covid-19 sehingga siswa dan guru dibatasi pembelajaran tatap muka. 

"Tahun 2023 ini adalah kesempatan untuk membangkitkan kembali optimisme belajar. Tantangan terbesar pasca pandemi adalah pembentukan karakter," tegasnya. 

“Kita bangkitkan kembali semangat transfer of knowledge yang menjunjung tinggi pembelajaran budi pekerti. Bagaimana sikap seorang murid kepada guru, dan sebaliknya. Perlu penguatan lagi dengan saling bekerjasama,” imbuhnya. 

Advertisement

Cak Udin mendorong Kemendikbudristek memetik pelajaran berharga tentang penerapan konsep pembelajaran di tengah kondisi pandemi. Sehingga Indonesia tidak gugup dan merasa siap saat menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

“Pemerintah wajib memastikan semua anak bangsa menerima hak-hak dasar pendidikan, apapun kondisinya,” jelasnya. 

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga menguji efektivitas pembelajaran yang diterapkan Pondok Pesantren. Pesantren dengan menerapkan sistem pembelajaran Islamic Boarding sebenarnya merupakan wajah dari Merdeka Belajar. 

“Dan pendidikan pesantren juga terbukti tangguh saat pandemi. Kita harus berterima kasih kepada kiai-kiai kita yang dengan sabar mendidik generasi penerus bangsa untuk menjadi insan berakhlak,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia