Advertisement
Indonesia Positif

Bambang Haryo; Fasilitas Pendidikan di Pelosok Sidoarjo Memprihatinkan, Perlu Perbaikkan

Ir. H Bambang Haryo Soekartono atau BHS bersama relawan BHS Peduli, memberikan perhatian khusus terhadap dunia pendidikan di daerah pelosok Sidoarjo. 

TIMES Indonesia,
Bambang Haryo; Fasilitas Pendidikan di Pelosok Sidoarjo Memprihatinkan, Perlu Perbaikkan
Bambang Haryo saat melihat fasilitas bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sawohan 2 Kepetingan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SIDOARJO Ir. H Bambang Haryo Soekartono atau BHS bersama relawan BHS Peduli, memberikan perhatian khusus terhadap dunia pendidikan di daerah pelosok Sidoarjo. 

Dengan menempuh jarak berkilo-kilo dengan menggunakan perahu, Bambang Haryo bersama BHS Peduli mengunjungi dan berbagi kebahagiaan bersama siswa-siswi sekolah dasar SDN Sawohan 2 Kepetingan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

Advertisement

Dalam kunjungan tersebut, BHS mengaku prihatin ketika melihat kondisi sekolah yang hampir 90% perlu pemugaran untuk menunjang dan memupuk minat belajar siswa.

"Banyak sekali yang hancur dan ini sangat membahayakan jadi ini tadi saya cek juga untuk musholla dan kran air banyak yang tidak berfungsi dan tidak layak. Saya berharap hal ini mendapat perhatian dan segera dibenahi," kata Bambang Haryo kepada TIMES Indonesia, Sabtu (6/5/2023).

BHS mengungkapkan pihaknya akan memberikan bantuan untuk perbaikkan  musholla dan kran air yang sudah tidak berfungsi akan segera diperbaiki bersama BHS Peduli.

Bambang-Haryo-23a27eeb6d782e5d3.jpg
Bambang Haryo saat bercengkrama bersama para siswa SDN Sawohan 2 

"Dalam momentum hari pendidikan nasional harusnya pemerintah kabupaten dapat melihat secara langsung potret pendidikan di wilayah pelosok yang jarang dikunjungi," ungkapnya

Advertisement

"Kita sangat mengharapkan dengan anggaran pendidikan yang cukup di Sidoarjo sekitar 20% dari APBD dapat diperuntukkan untuk kelayakan dan pemerataan pendidikan di Sidoarjo khususnya infrastruktur Sekolah," sambung anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.

Selain memberikan atensi terhadap kondisi bangunan dan sarana prasarana sekolah, Politisi Senior Partai Gerindra ini juga menyoroti terkait nasib dan kesejahteraan para guru atau tenaga pendidik di pelosok Sidoarjo tersebut.

"Masyarakat Sidoarjo ini masih 21% yang tidak sekolah inilah yang perlu kita dorong dengan infrastruktur yang nyaman dan guru yang berkualitas serta kesejahteraan guru yang diperhatikan," tegas Bambang Haryo.

Pihaknya berharap di tahun 2024 nanti pemimpin Indonesia dapat lebih memperhatikan kesejahteraan dan gaji guru atau tenaga pendidik khususnya yang mengabdikan dirinya di wilayah pelosok.

Bambang-Haryo-33f33785c72745d80.jpg

"Saya sangat mengapresiasi mereka yang mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan anak bangsa dengan gaji minim rela berjuang dengan menggunakan perahu setiap harinya," jelas Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra Pusat ini.

Bambang Haryo  juga menegaskan bakal mendorong DPRD Sidoarjo melalui fraksi Gerindra yang membidangi untuk lebih memperhatikan nasib dan kondisi pendidikan di pelosok Sidoarjo agar segera melakukan pembenahan.

Dalam kunjungan itu selain memastikan musholla dan kran air kembali berfungsi, BHS juga membagikan puluhan paket peralatan sekolah anak kepada siswa-siswi di sekolah dasar tersebut.

Sementara itu, salah satu guru di SDN Sawohan 2, Ghufron mengaku perhatian pemerintah daerah sejuah ini masih minim. Proposal pengajuan untuk pembenahan kelas dan bangunan yang tidak layak sudah 2 tahun tak kunjung terealisasikan.

"Bisa dilihat kondisi bangunan memang perlu segera direnovasi karena membahayakan proses belajar mengajar. Semoga melalui kunjungan pak BHS ini pemerintah dapat segera memberikan perhatiannya untuk pendidikan di pelosok," harap Ghufron. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia