Advertisement
Indonesia Positif

Wali Kota Mojokerto Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

World Health Organisation (WHO) telah mengakhiri status darurat Covid-19. Masyarakat kini kembali dalam kehidupan normal seperti sedia kala. ...

TIMES Indonesia,
Wali Kota Mojokerto Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (baju biru) saat bercengkrama bersama warga Kota Mojokerto di CFD Wates, Kota Mojokerto. (FOTO: Dok. Kominfo)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MOJOKERTO World Health Organisation (WHO) telah mengakhiri status darurat Covid-19. Masyarakat kini kembali dalam kehidupan normal seperti sedia kala. Kegiatan budaya, dan adat pun juga sama, tidak terkecuali dengan CFD (Car Free Day) Wates di Jalan Raya Ijen Timur lingkungan RW 3 Wates, Kota Mojokerto.

"Sungguh kegiatan di pagi hari ini telah membawa suasana hati dan pikiran kita lebih segar dan lebih sehat. Semoga semuanya menjadi lebih bahagia," ujar Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/5/2023).

Advertisement

Lebih lanjut, sosok yang akrab disapa Ning Ita ini berpesan bahwa meski banyak penjual beragam makan dan minuman di lokasi tersebut, pengunjung tidak sekadar jajan, tapi juga beraktivitas fisik.

"Karena saat ini, saya berharap masyarakat lebih membudayakan untuk pola hidup yang sehat," ungkap Ning Ita.

Ia menyebut salah satu pola hidup sehat yang perlu diterapkan yaitu dengan tidak malas bergerak, memperbanyak aktifitas fisik, seperti jalan kaki.

Hal itu penting, mengingat perkembangan dunja digital yang luar biasa, menjadikan pergeseran pola hidup masyarakat. Mayoritas orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dan minim beraktivitas fisik.

"Olahraganya di handphone, yang olah raga hanya jempolnya dan pikirannya saja. Tapi anggota tubuh lainnya, fisiknya tidak ikut bergerak," tutur Ning Ita.

Advertisement

Dengan banyak aktivitas fisik, diharapkan masyarakat terhindar dari penyakit. Selain itu, adanya bazar juga diharapkan dapat meningkagkan perekonomian masyarakat yang sempat mengalami penurunan akibat Covid-19.

"Semoga seluruh yang berjualan pagi hari ini mendapat rizki yang banyak dan barokah. Dan semuanya semoga selalu diberikan kesehatan," ucap Ning Ita. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Thaoqid Nur Hidayat
PenulisThaoqid Nur HidayatSarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Jombang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2022. Meliput berbagai topik meliputi lifestyle, pariwisata, hukum, lingkungan, dan isu ketidaksetaraan dalam ekonomi, sosial, dan politik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia