Korban Selamat Tragedi Berdarah Kebun Kalitelepak Banyuwangi Mulai Membaik
Korban insiden berdarah pembacokan yang terjadi di Perkebunan PTPN XII Kalitelepak, Afdeling Sumbermanggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Korban insiden berdarah pembacokan yang terjadi di Perkebunan PTPN XII Kalitelepak, Afdeling Sumbermanggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Slamet (43) warga setempat, mulai membaik setelah mendapat perawatan di RS Al-Huda.
Slamet menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh teman sesama profesi mitra Perkebunan Kalitelepak itu, mendapat perawatan setelah mengalami luka pada paha atas dan punggung mendapat perawatan medis.
"Saat ini pasien (Slamet), kondisinya mulai membaik. Sudah mulai latihan gerak, dan nyeri pada perut mulai berkurang," kata Humas RS Al-Huda Gambiran, dr Suryadinata, Senin (8/5/2023).
Operasi pada pasien, lanjut dr Suryadinata, berjalan dengan sukses. Melihat perkembangan kesehatan pasien, pihaknya berencana akan mengambil tindakan pelepasan alat drainase yang dipasang pada korban atau aff drain.
"Pasien masih mengalami nyeri pada luka, namun hal tersebut biasa. Secara garis besar kondisi pasien sudah ada peningkatan," jelasnya.
Senada dengan Humas RS Al-Huda, Manajer Kebun Kalitelepak, Hastudy Yunarko mengatakan yang sama, kondisi mitra kerja yang menjadi korban insiden berdarah tersebut, sudah mulai membaik.
"Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Dan masih dalam perawatan rumah sakit," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dua mitra kerja Perkebunan PTPN XII Kalitelepak, Afdeling Sumber Manggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, menjadi korban pembacokan teman sendiri sesama pekerja.
Naas, dari insiden berdarah yang melibatkan korban BP (56) dan SM (43) warga setempat, menjadi sasaran kekerasan yang diduga dilakukan oleh teman bekerja berinisial AN. Kondisi korban, satu korban berinisial BP dinyatakan meninggal dunia dan satunya masih dirawat akibat luka parah pada bagian paha atas dan punggungnya.
Dari peristiwa tersebut, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi dan Polisi Sektor (Polsek) Siliragung, membentuk tim khusus untuk memburu pelaku. Alhasil, dengan informasi warga sekitar yang melihat keberadaan pelaku, dalam kurun waktu 2×24 jam, tim berhasil mengamankan pelaku. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

