Advertisement
Indonesia Positif

Panen Perdana Sorgum, Bupati Sebut Sumba Timur akan Jadi Pusat Pembibitan

Bupati Kabupaten Sumba Timur Khristofel Praing melakukan panen perdana sorgum bersama para stakeholder dan masyarakat di Desa Kadumbul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumb ...

TIMES Indonesia,
Panen Perdana Sorgum, Bupati Sebut Sumba Timur akan Jadi Pusat Pembibitan
Bupati Sumba Timur Khristofel Praing bersama Kadis Pertanian dan Pangan Nico Pandarangga saat panen perdana sorgum.(FOTO: Habibudin/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SUMBA TIMUR Bupati Kabupaten Sumba Timur Khristofel Praing melakukan panen perdana sorgum bersama para stakeholder dan masyarakat di Desa Kadumbul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (10/5/2023). 

Panen perdana sorgum seluas 38 Hektare di Desa Kadumbul ini, menurut Bupati Khristofel, adalah buah gagasan Presiden yang ingin menjadikan Sumba Timur sebagai pusat pembibitan sorgum.

Advertisement

“Jadi Bapak Presiden ingin Sumba Timur ini menjadi pusat pembibitan sorgum yang berlabel. Tentu, ini kita menjawab,” kata Khristofel.  

Ia mengatakan, panen perdana sorgum tak terlepas dari kebijakan nasional. Dimana ada kebijakan bahwa ketahanan pangan itu tak hanya beras dan jagung tetapi juga ada alternatif yakni sorgum yang dapat diolah sebagai makanan.

Oleh karena itu jika ada kebijakan pemerintah nasional yang ditindaklanjuti deengan berbagai program melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi NTT dan pemerintah Kabupaten, Desa dan masyarakat maka ini adalah sebuah kolaborasi yang sangat baik dalam menentukan hasil yang efektif.  

Menurut Khristofel, sesuai data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur kurang lebih pada tahun ini kita bisa menghasilkan bibit sorgum berlabel kurang lebih 170 ton. Sesuai informasi itu adalah terbesar di Indonesia yang menyediakan bibit.  

“Kita berharap tahun-tahun berikutnya itu dengan program-program yang sama dan perbaikannya kita bisa dapatkan hasil yang efektif,” ujarnya.

Advertisement

Khristofel berharap dengan keberhasilan ini tentu, daerah akan terus berprospek karena Presiden sudah menyatakan bahwa sorgum sebagai pangan alternatif itu harus dikembangkan pembibitannya di Sumba terutama di Kabupaten Sumba Timur.

“Saya pikir ini adalah sebuah terobosan kolaborasi kerjasama yang baik. Mengapa, karena kita bisa mendapatkan hasil yang di tengah ancaman hama belalang pada saat itu. Namun dengan pencanangan pemberantasan hama belalang akhirnya tanaman kita sorgum berhasil dengan baik,” paparnya. 

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur Nico Pandarangga menambahkan, panen perdana yang kita lakukan bersama Bupati Sumba Timur sebagai tindak lanjut dari program nasional yang menjadikan Sumba Timur sebagai daerah food estate yakni sorgum.

Saat ini kata Nico, hasil panen dari 100 Ha ini untuk benih tentu masih diuji coba laboratorium di Kupang dan mudah-mudahan benih semakin banyak yang berhasil jadi benih itu yang menjadi unggulan dan berlabel.

“Mudah-mudahan yang kita harapkan semakin banyak benih yang berhasil dan menjadi unggulan dan berlabel sehingga kita di Sumba khususnya di Kabupaten Sumba Timur akan menjadi pusat pembibitan sorgum,” ungkap Nico Pandarangga. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Habibudin
PenulisMoh HabibudinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia