Advertisement
Indonesia Positif

Turunkan Angka Stunting, Begini Langkah Pemkab Morotai

Pemkab Morotai sukses menurunkan angka stunting dari 315 anak menjadi 299. ... ... ...

TIMES Indonesia,
Turunkan Angka Stunting, Begini Langkah Pemkab Morotai
Plt Sekda Morotai F Revi Dara, M.Pd saat ditemui TIMES Indonesia di ruang kerjanya, Senin, 22 Mei 2023. (Foto: Abdul H Husain/TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PULAU MOROTAI Pemkab Morotai sukses menurunkan angka stunting dari 315 anak menjadi 299.

Itu terjadi setelah mengambil langkah taktis dengan membuat program orang tua asuh bagi anak anak yang kurang gizi.

Advertisement

Hal tersebut ditegaskan Plt Sekda Pemkab Morotai F Revi Dara saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Lantai II Kantor Bupati Pulau Morotai, Senin siang (22/5/2023).

"Program orang tua asuh adalah intervensi langsung dari Pemerintah Daerah untuk menekan angka stunting. Artinya seluruh pejabat mulai dari Bupati, Forkopimda sampai dengan Pimpinan OPD wajib memberikan bantuan gizi terhadap balita penderita stunting," ungkapnya.

Ia mengatakan, dengan intervensi program orang tua asuh saat ini, penderita stunting telah turun menjadi 299 orang dari 315. Mekanismenya, setiap orang tua asuh setiap hari memberi makanan bergizi kepada anak anak yang mengalami stunting.

"Masing pejabat punya tanggungjawab, Bupati punya anak asuh 4 orang, Sekda 3 orang dan Pimpinan OPD masing-masing 2 orang termasuk Forkopimda. Tugas kami ya tiap hari beri makanan bergizi kepada anak yang kurang gizi melalui dapur gizi yang dibentuk di setiap desa," terangnya.

Revi menyebutkan, bila dikalkulasi nilai bantuan Gizi dari masing masing pejabat, maka setiap anak stunting menerima Rp600 ribu per bulan. Tetapi tidak diberikan secara langsung, melalui dapur gizi kemudian dikelola menjadi makanan bergizi.

Advertisement

Menurut Kadis Pendidikan ini, salah satu penyebab terjadi stunting di Morotai karena banyak yang belum usia menikah sudah menikah alias menikah muda. Kemudian pola hidup keluarga dan kurang perhatian orang tua terhadap pola makan anak anak mereka.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia