Advertisement
Indonesia Positif

KPU Dominasi Realisasi Bagian Anggaran di Wilayah Kerja KPPN Kediri

Kinerja APBN wilayah Kediri Raya setelah melewati periode Triwulan I Tahun 2023 memperlihatkan pergerakan signifikan. Data KPPN Kediri mencatat sari sisi pendapatan, samp ...

TIMES Indonesia,
KPU Dominasi Realisasi Bagian Anggaran di Wilayah Kerja KPPN Kediri
Ilustrasi logo Komisi Pemilihan Umum (foto: Yobby/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

KEDIRI Kinerja APBN wilayah Kediri Raya setelah melewati periode Triwulan I Tahun 2023 memperlihatkan pergerakan signifikan. Data KPPN Kediri mencatat sari sisi pendapatan, sampai dengan 30 April 2023 tercatat pendapatan sebesar Rp12.058,12 milyar dengan rincian perpajakan Rp508,45 milyar, bea masuk Rp0,989 milyar dan cukai sebesar Rp11.378,09 milyar, sedangkan PNBP sebesar Rp170,58 milyar.

Sedangkan dari sisi belanja yang akan berdampak terhadap keberlangsungan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kediri Raya, sampai akhir April 2023 membukukan realisasi sebesar 31,65% (Rp2.689,24 milyar) dari pagu anggaran sebesar Rp8.496,81 milyar.

Advertisement

Pada sisi Bagian Anggaran, realisasi terbesar pada satuan kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 55,46% sedangkan koleganya yakni satuan kerja Bawaslu sebesar 33,21%. Catatan yang termasuk positif itu, tidak lepas dari persiapan tahapan pelaksanaan Pemilu serentak 2024 yang melibatkan kedua lembaga tersebut. 

"Realisasi terkecil ada di satuan kerja Badan Pusat Statistik sebesar 16,88%, meskipun telah melampaui target untuk Triwulan I namun perlu kehati-hatian karena Triwulan II tersisa dua bulan," tutur Kepala KPPN Kediri Nurwedi Tjahjono, Jumat (26/05/2023)
 
Sementara itu segi wilayah, Kabupaten Kediri mendominasi realisasi terbesar yakni Rp864,67 milyar, selanjutnya Kabupaten Nganjuk sebesar Rp742,80 milyar, Kabupaten Trenggalek sebesar Rp553,46 milyar, dan Kota Kediri sebesar Rp528,29 milyar.

Nurwedi mengungkapkan mulai tahun 2023 seluruh alokasi dana Transfer ke Daerah disalurkan lewat KPPN Kediri untuk wilayah Kediri Raya (Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Trenggalek).

Pada triwulan pertama 2023, untuk dana Transfer ke Daerah yang terdiri dari Belanja Dana Bagi Hasil, Belanja Dana Alokasi Umum, Belanja Dana Alokasi Khusus Fisik, Belanja Dana Insentif Daerah, Belanja Dana Alokasi Khusus Non Fisik dan Dana Desa masing-masing menyumbang realisasi sebesar Rp126,14 milyar (DBH), Rp1.219,17 milyar (DAU), Rp423,05 milyar (DAK NF) dan Rp316,32 milyar (DD).

Sedangkan DAK Fisik dan Dana Insentif Daerah sampai dengan akhir April 2023 masih belum memberikan sumbangan realisasi. "Perlu menjadi perhatian bersama, mengingat Dana Alokasi Khusus Fisik memberikan dampak yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat di masing-masing daerah," tambah Nurwedi lagi. 

Advertisement

Dari data di atas, lanjut Nurwedi, memperlihatkan  kinerja APBN wilayah Kediri Raya, sampai akhir April 2023 masih dalam jalur yang benar. "Meski terdapat satuan kerja yang belum melampaui target triwulanan, namun secara rerata telah melampaui target  yang dampaknya dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yobby Lonard Antama Putra
PenulisYobby Lonard Antama PutraPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia