Advertisement
Indonesia Positif

Mogok Opsi Terakhir, 5 Organisasi Profesi Kesehatan di Kota Kediri Kukuh Tolak RUU Kesehatan

Pembahasan RUU Kesehatan Omnibus Law masih  menuai polemik. Senin 5 Juni lalu, tenaga kesehatan (nakes)  dari lima organisasi profesi yakni Ikatan Dokter Indonesia (ID ...

TIMES Indonesia,
Mogok Opsi Terakhir, 5 Organisasi Profesi Kesehatan di Kota Kediri Kukuh Tolak RUU Kesehatan
Ketua IDI Cabang Kota Kediri dr. Badrul Munir (kiri jaket hitam) dalam sebuah diskusi bersama Kadinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima (foto: Yobby/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

KEDIRI Pembahasan RUU Kesehatan Omnibus Law masih  menuai polemik. Senin 5 Juni lalu, tenaga kesehatan (nakes)  dari lima organisasi profesi yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menggelar aksi di depan Gedung MPR/DPR RI

Para nakes menuntut pembahasan RUU Kesehatan Omnibus Law tersebut segera dihentikan. Para nakes menilai pembahasan RUU tidak transparan tanpa menyertakan keterlibatan organisasi profesi. Terkait hal tersebut, IDI cabang Kota Kediri bersama organisasi profesi lainnya menegaskan akan selalu tegak lurus dengan pengurus IDI Pusat menolak pembahasan RUU tersebut. 

Advertisement

Ketua IDI Cabang Kota Kediri dr. Badrul Munir menegaskan aksi pada Senin lalu juga turut dihadiri  perwakilan dari mahasiswa baik mahasiswa kedokteran dan juga mahasiswa sektor kesehatan lainnya. "Jadi mereka sudah tercerahkan dengan dampak RUU kepada mereka kelak," ungkapnya, Rabu (07/06/2023) 

Para nakes sendiri dalam aksinya Senin lalu memunculkan wacana untuk mogok nasional jika pembahasan RUU tersebut terus berjalan. Menurut dr. Badrul Munir, mogok nasional merupakan pilihan terakhir. "Rencana mogok adalah opsi terakhir, tinggal menanti respon (DPR)," ungkapnya. 

Dinkes Kota Kediri Sikapi Wacana Mogok Nasional 

Terkait munculnya wacana mogok nasional tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima mengungkapkan jika sampai aksi mogok nasional benar-benar terjadi diharapkan para nakes tidak mengorbankan layanan kesehatan.

"Kita mengantisipasi. Save living atau penyelamatan pasien harus diperhatikan. Saya yakin para nakes akan mempertimbangkan hal tersebut," tuturnya. 

dr Fauzan Adima berharap kedepan ada titik temu terkait polemik pembahasan RUU Kesehatan Omnibus Law. Dengan organisasi profesi lebih didengar,  pembahasan akan lebih terbuka dan lebih detail. "Sehingga muncul kesimpulan yang lebih bermanfaat terutama bagi negara dan bangsa," tambahnya. 

Advertisement

RUU Kesehatan Omnibus Law sendiri akan menggabungkan 13 UU yang berkaitan dengan kesehatan. Namun sejumlah pasal dinilai problematik dan belum memenuhi harapan publik. 

"Jangan sampai ada ketakutan pada dokter dan nakes untuk menolong. Ketakutan jika terjadi resiko, bisa  dikriminalisasi atau dipidana. Itu yang ditakutkan nakes di seluruh Indonesia," ujar dr Fauzan lagi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yobby Lonard Antama Putra
PenulisYobby Lonard Antama PutraPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia