Advertisement
Indonesia Positif

1.019 Pedagang Dipertahankan Menempati Pasar Sentral Gorontalo

Sejak awal Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo telah menyatakan pedagang yang terdata di Pasar Sentral Gorontalo berjumlah 1.019 orang. ...

TIMES Indonesia,
1.019 Pedagang Dipertahankan Menempati Pasar Sentral Gorontalo
Wali Kota Gorontalo Marten Taha saat mengadakan rapat teknis Pasar Sentral Kota Gorontalo. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo for TIMES Indonesia) 
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

GORONTALO Sejak awal Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo telah menyatakan pedagang yang terdata di Pasar Sentral Gorontalo berjumlah 1.019 orang. Data ini seperti yang dikantongi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo berdasarkan hasil verifikasi lapangan sebelum revitalisasi pasar ini berlangsung.

Saat ini, Pasar Sentral tengah dipersiapkan untuk kembali dioperasikan dengan konsep yang lebih modern. Kadis Perdagin Kota Gorontalo Junaedy Kiayi Demak memastikan tidak ada perubahan jumlah pedagang yang akan menempati pasar sentral.

Advertisement

“Tidak ada lagi penambahan pedagang, semuanya sesuai data yakni 1.019 pedagang yang akan menempati gedung baru Pasar Sentral, ” jelas Junaedy Usai Rapat Koordinasi Para Pedagang Pasar Sentral, bertempat di Rujab Wali Kota Gorontalo, Rabu (14/6/2023) 

Selain finalisasi jumlah pedagang, Junaedy juga mengutarakan rencana pengoperasian Pasar Sentral yang direncanakan dalam waktu dekat akan diresmikan.

Hanya saja secara teknis, lanjutnya, pemindahan pedagang akan dilakukan bertahap sehingga mudah untuk pengaturan. 

Revitalisasi Pasar Sentral merupakan diskresi Presiden RI Jokowi saat berkunjung di Provinsi Gorontalo di tahun 2019. Penganggaran Pasar Sentral sendiri berasal dari APBN, rampung di tahun 2022.

Menurut Junaedy, keterlambatan pengeopresian disebabkan oleh baru diserahterimakan hasil pekerjaan tersebut ke Pemerintah Kota Gorontalo.

Advertisement

“Memang benar sudah 3 tahun mereka belum ditempatkan di gedung baru Pasar Sentral Gorontalo karena penyerahan kepekerjaannya baru diserahkan sama kami di bulan April tahun 2023,” ucap Junaedy. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSarjan Lahay Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia